DPRD Dorong Labkesprov Jabar Tingkatkan Pelayanan

DPRD Dorong Labkesprov Jabar Tingkatkan Pelayanan



INILAH, Bandung- DPRD meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan Laboratorium Kesehatan (LABKES). Selain untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat terkait laboratorium klinik, keberadaannya pun sangat diperlukan untuk uji sampel virus korona mengingat saat ini masih terjadi pandemi.

 

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya, mengatakan, saat ini keberadaan Labkes sangat diperlukan untuk menguji sampel covid-19. "Jawa Barat memerlukan uji sampel covid-19 yang banyak dan berkelanjutan. Penduduk Jawa Barat paling banyak, wilayahnya luas," kata dia pada rilis yang diterima redaksi.


 

Namun, dia mengakui Labkes mengakui dalam melayani hal itu mengingat adanya keterbatasan anggaran dan mobile laboratorium. "Karena masih tergantung dari dana APBD," katanya.

 

Idealnya, lanjut dia, Labkes turun langsung ke masyarakat untuk menguji sampel covid-19 untuk membantu meminimalisasi penyebaran virus korona. "Misalnya Labkes melakukan pengetesan secara mobile dengan langsung turun ke pemukiman warga," katanya.

 

Saat ini, Labkes Jawa Barat sudah memiliki peralatan yang mutakhir serta didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga harus dimaksimalkan keberadaannya. Labkes  Jawa Barat sudah melayani laboratorium klinik untuk perseorangan yang bermanfaat untuk pencegahan, penegakkan diagnosis, dan terapi.

 

"Jadi masyarakat yang akan cek gula darah, kolesterol, hematologi, urinalis, faeces, mikrobiologi klinik dan lainnya, sudah bisa ke Labkes, " katanya.

 

Dalam melayani berbagai laboratorium tersebut, Labkes Jawa Barat sudah mengantongi akreditasi seperti SNI ISO/IEC17025 : 2017 sebagai laboratorium penguji SNI. Oleh karena itu, Hadi meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat meningkatkan kapasitas dan kualitas Labkes agar semakin banyak masyarakat yang merasakannya.

 

Salah satu caranya dengan menaikkan status dari UPTD menjadi BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). "Kami mendorong agar Pak Gubernur, Pak Sekda segera memproses peningkatan status Labkes menjadi BLUD," ujarnya.

 

Dengan menaikkan status, menurutnya Labkes memiliki keleluasaan dalam meningkatkan layanan termasuk ketika komersialisasi. Keberadaannya pun akan mandiri karena tidak lagi menginduk kepada Dinas kesehatan.

 

Terpisah, Guru Besar Unpad Bidang Farmakologi dan Farmasi Klinik, Keri Lestari, menilai, dalam kondisi pandemi seperti saat ini diperlukan tambahan fasilitas untuk uji sampel covid-19. Salah satunya untuk melacak siapa saja yang pernah kontak erat dengan orang yang terpapar virus korona.

 

Pelacakan penyebaran virus korona harus dilakukan sehingga harus lebih banyak masyarakat yang sudah menjalani uji sampel. Kondisi seperti ini, tambah dia, menjadi angin segar dalam proses BLUD Labkes karena akan lebih banyak orang yang memerlukan layanan laboratorium.

 

"Dengan demikian maka dari sisi layanan akan lebih mudah dijangkau," katanya. Pada sisi lain, pengembangan status menjadi BLUD bisa memaksimalkan layanan Labkes agar lebih profesional.

 

"Uji sampel yang mudah dijangkau masyarakat dan memberikan layanan prima, yang cepat, tepat, dan bisa tes massal," kata Keri. Untuk menjadi BLUD, menurutnya Labske harus memerhatikan sejumlah hal, seperti menginventarisasi kondisi yang ada, menakar mitigasi risiko, dan model bisnis harus berdasarkan data.

 

"Kaji secara scientific, apakah visible. Potensinya apa saja, dan apa saja yang harus dikembangkan. Jangan sampai ketika menjadi BLUD, malah tambah membebani," katanya.

 

Keri Lestari pun berharap setelah menjadi BLUD, Labkes benar benar menjadi rujukan semua yang mempunyai progres pendapatan, mampu bersaing dari sisi harga, pelayanan, kecepatan, kepuasan dan kualitas mutu dengan Laboratorium swasta, tutupnya.