Persib Jajal Tim PON Sebagai Persiapan Akhir Hadapi Piala Menpora 2021

Persib Jajal Tim PON Sebagai Persiapan Akhir Hadapi Piala Menpora 2021
Istimewa



INILAH, Bandung - Persib Bandung melanjutkan sesi latihan. Ini merupakan pekan kedua bagi tim berjulukan Maung Bandung ini berlatih di tahun 2021.

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts memastikan proses latihan di pekan kedua ini tidak mengalami perubahan yang cukup besar. Yakni tetap fokus pada peningkatan fisik. 

"Sistem latihan kurang lebih sama, kami masih memantau denyut dan kemampuan recovery pemain. Besok masih akan ada tes zoladz, lalu kita akan lihat apakah ada perkembangan dari segi daya tahan, inti nya adalah dalam hal aerobik," ujar Robert di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Senin (8/3/2021). 


Pelatih asal Belanda ini mengaku tengah berupaya untuk bisa meningkatkan fisik para pemainnya. Sebab sudah hampir satu tahun tidak menjalani pertandingan seiring larangan pemerintah akibat pandemi Covid-19.

"Kami berusaha untuk membuat pemain bugar yang jadi dasar dari semuanya. Tidak perlu ada pemain yang mengalami cedera jika kami melakukannya terlalu keras atau cepat, karena jika suatu hari nanti liga berjalan, perjalanan akan cukup panjang," tuturnya. 

Dengan alasan itu, Robert kemungkinan tidak akan menggelar kembali gim internal. Terlebih, turnamen Piala Menpora 2021 akan segera digulirkan. 

"Turnamen akan mulai bergulir pekan depan. Tidak ada lagi waktu untuk gim internak karena turnamen ini sendiri digelar terlalu dini dan tidak ada kesiapan untuk menghadapinya," tegasnya.

Sebagai gantinya, Supardi Nasir dan kawan-kawan akan menjalani pertandingan melawan tim sepak bola Jawa Barat yang dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua. 

"Tapi kami tidak akan melakukannya seperti pertandingan biasa, melainkan dalam bentuk 4x30 menit. Tujuannya adalah untuk membuat semua pemain siap ketika bermain selama satu jam," bebernya. 

Robert berharap para pemainnya bisa lebuh nyaman dalam menjalani pertandingan dengan waktu satu jam tersebut. Diharapkan juga staminanya sudah pada level terbaiknya. 

"Mereka punya stamina untuk main satu jam, tapi tentu saja kami belum sampai pada intensitas pertandingan apalagi jika harus memenangi sebuah pertandingan dengan format seperti ini yang menuntut intensitas lebih tinggi, dengan stamina yang lebih rendah. Jika terus memaksakan, ada risiko cedera yang bisa terjadi," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)