Mengurai Kemacetan Bandung Siapkan Tiga Flyover Baru

Mengurai Kemacetan Bandung Siapkan Tiga Flyover Baru

PARIS Pan Java terus menata. Oded dan Yana seakan tak mau ketinggalan kereta. Tak hanya menyiapkan sinergi wlayah Bandung Raya, Kota Bandung pun tengah menyiapkan pembangunan sejumlah flyover baru. Targetnya jelas bagaimana mengurai kemacetan.

Pemkot Bandung tengah menyiapkan pembangunan tiga flyover. Tiga titik flyover tersebut tak lain disiapkan di lokasi-lokasi yang kerap menjadi biang kemacaten di Kota Bandung yakni Surya Sumantri- Gunung Batu, Leuwipanjang-Kopo, dan Kiaracondong-Buahbatu.

Satu dari sejumlah flyover yang bakal dibangun di Kota Bandung adalah flyover di Jalan Dr.Djunjunan (Pasteur). Jalan layang ini bakal melintas di atas persimpangan Jalan Surya Sumantri-Jalan Gunung Batu.

Pembangunan jalan layang ini merupakan bagian dari proyek pembuatan tol dalam Kota Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR). Jalan ini akan menghubungkan Tol Pasteur menuju ke wilayah timur Kota Bandung menyusuri Jalan PHH. Mustopha, Jalan A.H. Nasution sampai ke Ujungberung. Kemudian berbelok hingga tersambung dengan interchange Tol Cileunyi KM.. 149 di Gedebage.

"Ya kalau yang ini (Pasteur) untuk BIUTR. Nanti terus menyambung di Gasibu jadi underpass. Terus menyambung ke timur dan ke KM. 149," Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat meninjau lokasi rencana pembangunan di Jalan Dr. Djunjunan, Rabu (27/2).

Jembatan layang tersebut rencananya akan mulai naik sekitar 300 meter sebelum perempatan Jalan Surya Sumantri-Jalan Gunung Batu. Lalu akan turun kembali sekitar 500 meter setelah persimpangan. ‎Rencananya, jalan akan dibuat untuk memuat dua lajur dari masing-masing arah, baik menuju ataupun dari arah pintu Tol Pasteur. "Ini nanti tetap 4 lajur, dan di bawahnya pas sampingnya juga tetap dua,"‎ ungkap Yana.

Sementara terkait pembangunan flyover Leuwipanjang-Kopo, Pemkot Bandung baru akan memulai pembangunannya pada 2020 mendatang. Sedangkan flyover Kiaracondong-Buahbatu akan dibangun pada tahun 2021.

Flyover Leuwipanjang-Kopo rencananya akan membentang dari Jalan Sekitar BCC Soekarno Hatta hingga sebelum perempatan Kopo sepanjang 1,3 Kilometer. Sedangkan Flyover Kiaracondong- Buahbatu akan membentang sepanjang 1,9 kilometer dari sekitar kampus STT Mandala Kiaracondong hingga setelah perempatan Buahbatu.

Yana mengungkapkan, pembangunan flyover ini akan dibiayai  pusat dan provinsi. "Dua flyover ini untuk mengurai kemacetan yang terjadi di Jalan Soekarno-Hatta. Itu merupakan titik kemacetan di Bandung. Sehingga menjadi bahan pertimbangan rekan-rekan di PUPR (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia)," ujar Yana di sela-sela peninjauan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Arif Prasetya mengungkapkan, pembebasan lahan untuk flyover Leuwipanjang-Kopo telah mencapai 90 persen. "Karena pembebasan lahan sudah mencapai 90 persen, pekerjaan ini akan dimulai pada tahun 2020," katanya.

Sebelum meninjau dua lokasi rencana pembangunan flyover, Yana juga sempat meninjau pembangunan interchange exit tol kilometer 149 di Gedebage. Saat ini masih ada pengerjaan jalan sepanjang sekitar 2 km untuk tersambung menuju Jalan Gedebage.

Dalam kesempatan tersebut, Yana memastikan interchange kilometer 149 akan terhubung dengan Jalan Gedebage menuju Jalan Soekarno Hatta."Kalau interchange kilometer 149 sudah dibuka, tentu ini akan mengurangi beban kemacetan di Kota Bandung," ujar Yana.

Saat ini, Pemkot Bandung terus berkoordinasi dengan Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) agar proyek ini bisa segera terealisasi.

Sementara penggarapan jalan layang di Pasteur masih menunggu arahan Kementerian‎ Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Diprediksi pembangunannya baru akan dimulai dua tahun lagi. "Ya pengerjaannya mungkin sekitar 2020 atau 2021," kata Arif.(*)