Wanita Haid: Qada Ramadan, Tak Sempat Puasa Syawal

Wanita Haid: Qada Ramadan, Tak Sempat Puasa Syawal
Ilustrasi/Net



BAGAIMANA kasus pada wanita muslimah yang sudah barang tentu mengalami haidh setiap bulannya padahal masih punya utang puasa? Bisa jadi mereka hanya sempat melakukan puasa Syawal tiga atau empat hari karena sebelumnya harus menjalankan qodho puasa.

Ada penjelasan yang amat bagus dari Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, beliau menjelaskan, "Tidak disyariatkan mengqodho puasa Syawal setelah Syawal, baik meninggalkannya karena udzur maupun tidak. Karena puasa Syawal hanyalah puasa sunnah yang sudah terluput. Kami katakan bagi yang sudah melakukan puasa Syawal selama empat hari dan belum sempurna enam hari karena ada alasan syari, Ketahuilah bahwa puasa Syawal adalah ibadah yang sunnah, tidak wajib. Engkau akan mendapati pahala puasa syawal empat hari yang telah engkau kerjakan. Dan diharapkan engkau akan memperoleh pahala yang sempurna jika engkau meninggalkan puasa Syawal tadi karena ada alasan yang dibenarkan. Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Jika seseorang sakit atau bersafar, maka akan dicatat baginya pahala seperti saat ia mukim (tidak bepergian) dan sehat." (HR. Bukhari dalam kitab shahihnya). Jadi, engkau tidak memiliki kewajiban qodho sama sekali (setelah Syawal)."


Dari penjelasan Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berarti seorang wanita yang masih punya utang puasa tidak perlu khawatir jika ia luput dari puasa Syawal. Jika memang ia luput karena ada udzur, maka lakukanlah semampunya walaupun sehari atau dua hari. Jika kondisinya memang karena ada udzur untuk menunaikan qodho puasa, moga-moga ia dicatat pahala yang sempurna karena puasa Syawal yang luput dari dirinya.

Semoga sajian singkat ini bermanfaat. Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihaat. [Muhammad Abduh Tuasikal]