Begal Sadis di Purwakarta Ditembak

Begal Sadis di Purwakarta Ditembak
INILAH, Purwakarta – Sat Reskrim Polres Purwakarta membekuk seorang pelaku begal yang selama ini meresahkan para pengendara sepeda motor di wilayah itu. Petugas terpaksa menghadiahi dengan dengan timah panas di bagian kaki kanan, lantaran pelaku mencoba melawan petugas saat akan ditangkap.
 
Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Handreas Ardian menuturkan, penangkapan pelaku begal ini merupakan hasil pengembangan setelah ada laporan dari korban pada Sabtu (23/2/2019). 
 
Korban berinisial NS melaporkan jika kendaraannya dibegal di sekitar Pertigaan Cikopak, Sadang. Tak hanya itu, korban mendapat kekerasan dari pelaku menggunakan senjata tajam. Beruntung korban tak mengalami luka serius. 
 
"Pelaku ditangkap di wilayah Cikampek pada Rabu (27/2/2019) malam. Pelaku inisial BS, warga Kabupaten Karawang," ujar Handreas kepada INILAH, Kamis (28/2/2019).
 
Dari tangan pelaku, kata dia, petugas mengamankan satu unit kendaraan roda dua jenis Honda Beat yang tak lain milik korban NS. Polisi akan terus mendalami kasus tersebut, mengingat ada dua laporan serupa dari warga. 
 
"Kita menerima tiga laporan dengan modus sama. Ini sedang kita kembangkan," jelasnya. 
 
Keterangan yang diterima, lanjut Handreas, pelaku BS merupakan residivis karena kasus pencurian dengan kekerasan (curas). Terakhir pelaku pernah dikurung dua tahun penjara di LP Karawang dengan kasus sama. 
 
Adapun modus kejahatan pelaku, dengan cara memepet dan memberhentikan korban yang sedang mengendarai sepeda motor. Kemudian pelaku menendang motor korban hingga terjatuh. Setelah korban terlihat tak berdaya, pelaku menodongkan senjata tajam dan tak segan-segan melakukan kekerasan kepada korban. Setelah itu, pelaku merampas harta benda korban termasuk mengambil motornya. 
 
"Aksi pelaku dilakukan pada malam hari saat jalanan sepi," tambah dia. 
 
Keterangan sementara, untuk di Purwakarta pelaku telah melakukan aksi kejahatannya di tiga TKP berbeda. Namun untuk lebih memastikan, polisi akan sedang melakukan pengembangan. 
 
Dia menambahkan, pelaku telah mendekam di ruang tahanan Mapolres Purwakarta dengan luka tembak di bagian kaki. Dalam kasus ini, pelaku dijerat pasal 365 KUHP tentang Curas dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.
Pendamping PKH Diimbau Tetap Netral
 
INILAH, Cianjur – Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Cianjur diimbau untuk tetap netral dalam momentum Pemilu 2019 karena mereka yang berpihak atau terlibat sebagai juru kampanye akan diberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.
 
Pakar Hukum Tata Negara Dedi Mulyadi mengatakan, meskipun pendamping PKH bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) namun anggaran yang diturunkan untuk membayar gajinya merupakan dari APBN untuk program kesejahteraan dan perekonomian warga. Sehingga perlu adanya netralitas dari pendamping dalam program tersebut, tidak boleh digunakan secara politik karena sudah jelas anggaran digunakan dan bersumber dari negara.
 
"Tujuan dari program tersebut sudah jelas, sehingga dalam pelaksanaannya tidak boleh dijadikan sebagai alat politik. Sekarang baru muncul indikasi adanya politisasi atau PKH sebagai alat politik," katanya.
 
Meskipun tutur dia, tudingan tersebut perlu pembuktian, namun jelas tidak dibenarkan pendamping PKH berpolitik praktis dengan menjadikan program tersebut sebagai alat politik.
 
Koordinator Kabupaten Pendamping PKH Cianjur, Ahmad Yandi, mengatakan selama ini, pihaknya selalu mengingatkan pendamping PKH tetap bersikap netral dalam momentum politik terutama menjelang pemilu. Bahkan mereka yang terbukti tidak netral akan diberikan sanksi sesuai aturan, mulai dari peringatan pertama, kedua, hingga pemberhentian dari jabat sebagai pendamping PKH.
 
"Sanksi tegas akan diterapkan bagi yang melanggar ketentuan tersebut. Pada momen pemilu atau pilkada kami selalu ingatkan agar tidak terlibat dalam politik prakstis dengan memanfaatkan jabatan sebagai pendamping," katanya.