Kisruh SMAN 19 Bandung, Disdik Jabar Turun Tangan

Kisruh SMAN 19 Bandung, Disdik Jabar Turun Tangan
Dinas Pendidikan Jawa Barat turun tangan setelah terjadi unjuk rasa orang tua dan siswa SMAN 19
INILAH, Bandung- Dinas Pendidikan Jawa Barat turun tangan setelah terjadi unjuk rasa orang tua dan siswa SMAN 19 Bandung
 
“Kita akan proses dan dalami permasalahan tersebut secepatnya,” tutur Kadisdik Jabar Dewi Sartika, saat meninjau ke SMAN 19 Bandung, Jalan Dago Pojok, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Kamis, (28/1/2019).
 
Kadisdik hadir mendampingi Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum. Sebelumnya, Wagub baru membuka kegiatan edu fair di SMAN 15 Bandung, Jalan Sarimanis.
 
Kehadirannya di SMAN 19 Bandung, masih menurut Kadisdik adalah upaya untuk melindungi anak- anak. “Kita disini demi kebaikan anak-anak juga, agar mereka bisa bertindak lebih baik lagi ke depannya,” tuturnya.
 
Seperti yang diketahui, beberapa orangtua dan siswa melakukan aksi di sekolah untuk menyampaikan asiprasi terkait dengan untuk pungutan kepada siswa Rp50.000/perbulan untuk program EduBox di SMAN 19 Bandung.
 
Di tempat yang berbeda, Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Jawa Barat, Hatta Saputra mengatakan, permasalahan tersebut tidak akan terjadi jika manajemen informasi di internal sekolah berjalan dengan baik.
 
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyebutkan kunjungan dadakan itu sebagai bentuk respon dari pemerintah untuk menampung aspirasi dan mencarikan solusi permasalahan.
 
Sekitar pukul 11.30 WIB, keduanya bersama rombongan tiba di SMAN 19 Bandung. Wagub dan Kadisdik langsung menemui guru-guru di ruang guru. Keduanya ingin mendengar langsung pokok permasalahan yang memicu aksi di sekolah tersebut. Setelah menemukan titik temu, Wagub
menuju lapangan di mana aksi sebelumnya dilakukan.
 
Ia kemudian menanyakan siswa mana yang memasang berbagai spanduk di lapangan basket. Ternyata, siswa yang memasang, mengakuinya.
Wagub mengapresiasi tanggung jawab dari siswa-siswa tersebut. Kemudian, Wagub meminta siswa yang memasang untuk segera menurunkan spanduk-spanduk tersebut.
 
"Informasi sudah kami dapat. Kami proses. Ini semua tidak bisa diputuskan hari ini. Kita harus tabbayun terlebih dahulu," ujar Wagub.
 
Mengenai aduan tersebut, Wagub mengarahkan pihak sekolah untuk berkoordinasi sesuai dengan mekanisme, yakni melalui Kantor Wilayah Cabang (KCD) Disdik Jabar di wilayah tersebut. "Satuan pendidikan harus berkoordinasi dengan KCD dan setelah itu nanti akan dilaporkan ke provinsi guna mendapatkan solusi," katanya.