Konsisten Wadahi Kreativitas Generasi Milenial

Konsisten Wadahi Kreativitas Generasi Milenial
INILAH, Bandung - Mengawali 2019 ini, Teh Pucuk Harum kembali mengadakan Pucuk Cool Jam Festival 2019. 
 
Brand Manager Teh Pucuk Harum Yusnita Amelia mengatakan, ajang unjuk kabisa anak-anak SMA/SMK itu sebagai bentuk komitmen pihaknya mengembangkan kreativitas generasi milenial.
 
“Ajang ini sekarang sudah tahun keempat. Sejak 2016 kita konsisten dan selalu berusaha mewadahi bakat dan kreativitas anak muda. Apalagi, dari riset internal kita menunjukkan minuman ini merupakan favorit anak muda,” kata Yusnita saat workshop Pucuk Cool Jam 2019 di SMKN 10 Kota Bandung, Jumat (1/3/2019).
 
Menurutnya, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya kali ini gelaran festival akan digelar pertama kali di Bandung. Lokasi ini berdasarkan tingkat antusiasme generasi muda Kota Kembang yang relatif tinggi. Biasanya, digelar di Jakarta.
 
Tahun ini, pihaknya mendapatkan hampir 300 peserta yang berpastisipasi dalam digital audition pada 12 November 2018-12 Januari 2019. Usai roadshow ke 60 sekolah di Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan Samarinda akhirnya terpilih 6 finalis kategori band dan 6 finalis kategori ekstrakurikuler.
 
"Mereka yang terpilih itu akan kembali ditantang di babak final. Para finalis akan mempersembahkan penampilan utama di Pucuk Cool Jam Festival di Bandung. Tepatnya, di Lapangan Pussenif tanggal 9 Maret 2019," ujarnya seraya menyebutkan Bandung merupakan pasar potensial untuk produk ready to drink (RTD) buatan Mayora Group itu. 
 
Yusnita menambahkan, untuk penilaian dan kegiatan workshop itu pihaknya menggandeng lembaga pendidikan media kreatif SAE Indonesia. Dalam kegiatan workshop itu, para finalis akan mendapatkan pelatihan terkait performance art, skill bermusik, dan elemen penjunjang live performance yang apik.
 
Senada dengan itu, Marketing Executive SAE Indonesia Yudha Diputra menyebutkan workshop digelar untuk finalis agar bisa mengasah kreativitas dan talenta yang dimiliki. Diharapkan, para finalis bisa tampil maksimal dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi saat beraksi di panggung final. 
 
"Gelaran festival ini sejalan dengan visi kita untuk mendukung kreativitas generasi muda Indonesia agar mampu bersaing di ranah industri kreatif Indonesia," ucap Yudha.
 
Sebagai informasi, keenam finalis kategori band itu yakni Clairvoyant (SMKN 4 Tangerang Selatan), Jurasic (SMKN 10 Bandung), Sixty Six Project (SMKN 2 Kasihan Yogyakarta), Langit Senja (SMA Dr Soetomo Surabaya), Eufonia (SMKN 20 Samarinda), dan Sonar Music Ent (SMK Telkom Makassar).
 
Sedangkan, enam finalis kategori ekstrakurikuler yakni Samerci (SMAN 4 Tangerang), M-One (SMAN 1 Margahayu Bandung), SMAda Dance (SMAN 2 Yogyakarta), Paswana/Satria Panca Sakti (SMA Wachid Hasyim 5 Surabaya), Diva Dance (SMKN 1 Samarinda), dan Eight Dance Crew (SMAN 8 Makassar).