Ada Puskesmas Jelek, Laporkan ke Komisi IX DPR RI

Ada Puskesmas Jelek, Laporkan ke Komisi IX DPR RI
INILAH, Bandung- Anggota Komisi IX DPR RI, Haerudin mengaku tidak ingin ada puskesmas tidak layak. Jika masih ada, masyarakat dipersilahkan untuk melaporkannya.
 
"Jika disini masih ada puskesmas yang kurang layak para hadirin bisa menegur saya, karena itu menjadi tugas dan fungsi saya di komisi IX," tutur Haerudin  dalam kegiatan sosialisasi  pentingnya pendidikan untuk usia remaja di Lapangan Jagabaya, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut, Jumat (1/3).
 
Haerudin menuturkan masalah kesehatan apapun menjadi tanggung jawab Komisi IX khususnya di wilayah Garut Selatan. "Jangan ada lagi puskesmas jelek, puskesmas kekurangan tempat tidur untuk pasien, saya ingin kesehatan di kabupaten garut khusunya terus meningkat baik sarana ataupun sumber daya nya," ungkapnya.
 
Selain itu Haerudin juga menuturkan program genre ini harus dilaksanakan untuk mendidik anak remaja agar tidak menjadi pribadi yang tidak percaya diri. Dia mencontohkan, remaja jangan mudah berkecil hati meski hidup dibawah kemiskinan.
 
"Dengan adanya program genre ini kita sebagai orang tua harus membimbing mereka agar tidak berkecil hati dengan keadaan hidupnya sekarang, tapi dengan program genre kita harus ikut mwmotivasi mereka agar percaya diri bisa menyongsong kehidupan ke depan dengan hebat," tuturnya.
 
Perwakilan dari Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlundungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Garut, Aos Sutarman menuturkan usia remaja yaitu antara 10 hingga 24 tahun yang belum berkeluarga. Mereka merupakan pondasi untuk negara. Oleh sebab itu remaja harus dibina agar bisa berdaya saing dengan masyarakat luar.
 
"Kita harus latih keahlian mereka karena sekarang kita lihat banyak sekali usia remaja produktif yang salah bergaul dan akhirnya terjerumus ke arah yang tidak baik, jadi kita harus bisa menjaga anak di usia remaja yang merupakan usia paling labil," jelasnya.