Bahar bin Smith Didakwa Pasal Kekerasan dan Penganiayaan

Bahar bin Smith Didakwa Pasal Kekerasan dan Penganiayaan
Sidang dakwaan kasus penganiayaan dengan terdakwa Habib Bahar bin Smith, di Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (6/4/2021). (Ahmad Sayuti)



INILAH, Bandung- Bahar bin Smith alias Habib Bahar didakwa telah melakukan penganiyaan terhadap sopir taksi onilne Ardiansyah. Dia dijerat pasal 70 ayat (2) ke-1 dan pasal 351 ayat (2) Jo pasal 55 KUHPidana. 

Hal itu terungkap dalam sidang dakwaan kasus penganiayaan dengan terdakwa Habib Bahar bin Smith, di Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (6/4/2021). Sidang berlangsung secara virtual, sementara Bahar tetap berada di Lapas Gunung Sindur. 

 Dalam dakwaannya, JPU Kejati Jabar Suharja menyatakan terdakwa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, jika kekerasan yang digunakan mengakibatkan luka-luka.


"Akibatnya saksi korban Ardiansyah mengalami luka terbuka dan goresan di bagian leher belakang akibat benda tajam. Kemudian luka di bagian kepala tangan hingga kaki yang mengakibatkan korban terhalang aktivitasnya sementara waktu," katanya. 

Penganiayaan ini sendiri terjadi pada Selasa 4 September 2018 lalu di kediaman Bahar di Perumahan Bukit Cimanggu Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor.  Saat itu saksi korban ditelpon saksi Jihana Roqayah istri terdakwa untuk diantarkan ke pasar Asemka dj Jakarta Barat. 

Sekitar pukul 11.30 WIB, Andriansyah menggunakan mobilnya Toyota Calya berwarna putih menjemput istri Bahar di kediamannya. Sekitar pukul 15.30 WIB, aktivitas belanja istri Bahar di Pasar Asemka selesai dan beranjak untuk pulang dengan masih diantar oleh Andriansyah. 

"Namun sesampainya di Jalan Mangga Besar Jakarta Barat terjebak macet, sehingga Jihana Roqayah mengajak saksi korban Andriansyah untuk berhenti dan makan di rumah makan Padang di Jalan Mangga Besar  sambil menunggu jalan tidak macet dan sekitar pukul 20.00 WIB mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju rumah Jihana Roqayah," ujarnya.

Andriansyah dan istri Bahar tiba di kediaman Bahar sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu di depan pintu rumah sudah ada Habib Bahar berdiri. Saat istri Bahar masuk, korban yang masih duduk di kursi sopir mendengar  pertengkaran antara HB Assayid Bahar bin Smith dan Jihana Roqayah. 

Bahar kemudian menghampiri Andriansyah di mobilnya. Bahar kemudian masuk ke dalam mobil dan meminta diantar ke depan dengan dalih mau mengambil mobil Bahar yang terparkir di depan komplek. 

"Pada saat itu,  terdakwa berkata kepada saksi korban 'Nt tau ane?' lalu dijawab saksi korban Andriansyah 'tidak tau'. Kemudian terdakwa HB Assayid Bahar bin Smith mengatakan 'Ane Habib Bahar'," ujar JPU yang menyebutkan saat itu terdakwa mengeluarkan pisau silver kecil.

Di saat itu, Bahar memukul korban dengan tangan kosong satu kali dan saat itu korban keluar dari mobil. Tak sampai di situ, Bahar juga melakukan penganiayaan lagi di luar mobil dengan memukul ke bagian dada sebanyak 10 kali menggunakan tangan kosong hingga korban jatuh ke tanah. 

"Setelah saksi korban jatuh, kemudian terdakwa HB Assayid Bahar bin Smith memegang kaos dibagian leher yang dipakai saksi korban lalu menarik dan menyeret saksi korban ke mobil Pajero Sport (milik Bahar), " kata dia. 

Saat hendak dimasukkan ke kabin tengah mobil, kaki korban masih berada diluar sehingga dibantu oleh Wiro (DPO) yang kebetulan datang ke lokasi tersebut. Kemudian saat sudah masuk ke dalam mobil, Bahar melakukan penganiayaan lagi. 

"Dengan posisi saksi korban telungkup, terdakwa HB Assayid Bahar bin Smith melakukan pemukulan di kepala belakang saksi korban dengan tangan kosong dan menginjak-nginjak kepala saksi korban hingga kepala saksi korban mengalami memar," tutur dia. 

Perbuatan Bahar ini mengakibatkan korban mengalami luka. Dalam persidangan, Bahar didakwa dengan pasal 170 KUHP ayat (2) ke-1 tentang kekerasan dalam dakwaan pertama dan Pasal 351 KUHP ayat 2 tentang penganiayaan Jo Pasal 55.