Banjir Bandang Pangalengan, 252 Rumah Terdampak

Banjir Bandang Pangalengan, 252 Rumah Terdampak
Ratusan rumah terdampak banjir bandang Pangalengan
INILAH, Bandung- Banjir bandang yang menerjang Kampung Rancamanyar, RW 10,12 dan 13 Desa Margamukti Kabupaten Bandung,  Jumat (1/3/2019) lalu menyebabkan ratusan rumah terdampak.
 
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Sudrajat mengatakan terdapat 252 rumah terdampak banjir bandang dari anak sungai Cisangkuy yang meluap tersebut.
 
"Di RW 10 ada 15 rumah yang terdampak, RW 12 ada 155 rumah dan RW 13 ada 82 rumah.Terdapat enam rumah yang mengalami rusak berat," kata  Sudrajat, Minggu (3/3/2019).
 
Sebanyak 252 rumah tersebut terkena dampak karena sempat terendam, sehingga dipenuhi oleh lumpur. Sejumlah pihak, baik BPBD, TNI, Polri, Damkar dan masyarakat telah melakukan pembersihan material yang dibawa oleh banjir bandang.
 
Rumah yang rusak berat tersebut milik Ma Ayi yang dihuni 2 jiwa, Yayat dihuni 5 jiwa, Tarmini 4 jiwa, Ujang Ema 3 jiwa, Dadang  4 jiwa dan Toni 4 jiwa.
 
"Penghuni rumah yang mengalami rusak berat telah dievakuasi ke rumah kerabat terdekat," ujarnya.
 
Selain menyebabkan enam rumah rusak berat, terdapat juga tiga jembatan di Kampung tersebut yang mengalami kerusakan.
 
"Ada satu jembatan permanen rusak berat dan 2 jembatan kayu rusak berat dan terbawa hanyut," katanya.
 
Sudrajat melanjutkan, bantuan berupa makanan cepat saji telah dikirimkan ke lokasi kejadian. Bantuan tersebut berasal dari Pemkab Bandung dan pihak swasta. Tak hanya itu saja, pasca kejadian pihaknya bersama sejumlah pihak lain sedang melakukan penanganan darurat.
 
"Kami turunkan satu buah ekskavator untuk membersihkan material bangunan dan jembatan yang rusak berat," katanya.
 
Menurutnya material tiga jembatan yang rusak parah tersebut harus segera dibersihkan, karena dikhawatirkan menyumbat saluran air anak sungai cisangkuy di kampung tersebut.
 
"Sungainya juga dikeruk dan diperlebar. Selain itu, ekskavator juga membuat sodetan anak sungai cisangkuy supaya aliran air bisa lebih lancar untuk mencegah terjadi hal serupa.
 
Sudrjat melanjutkan, pemilik rumah yang mengalami rusak berat sudah dievakuasi ke kerabat terdekat.
 
"Untuk penanganan rumah yang rusak berat, akan diprioritaskan masuk dalam program Rutilahu," ujarnya.