Jemput Bola, PMI Cianjur Datangi Kelompok Pendonor

Jemput Bola, PMI Cianjur Datangi Kelompok Pendonor
Antara Foto



INILAH, Cianjur- Unit Donor Darah PMI Cianjur, Jawa Barat, melakukan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan darah setiap harinya terlebih selama pandemi pendonor yang datang langsung berkurang, sehingga upaya jemput bola ke kelompok pendonor dilakukan untuk menutupi kebutuhan darah.

Kepala PMI Cianjur, Rudi Syachdiar Hidayat di Cianjur Jumat, mengatakan selama pandemi, jumlah pendonor yang datang ke UDD terus berkurang, bahkan selama itu, pihaknya hanya mengandalkan donor pengganti dari keluarga pasien yang membutuhkan darah.

"Untuk satu hari dibutuhkan 50 kantong darah yang dipasok untuk tiga rumah sakit di Cianjur, mulai dari RSUD Cimacan, RSUD Cianjur dan RSDH Cianjur. Sehingga dalam satu bulan dibutuhkan 1.500 kantong darah untuk Cianjur," katanya.


Minimnya pendonor selama pandemi, ungkap dia, membuat pihaknya melakukan berbagai upaya jemput bola, agar kebutuhan darah di Cianjur tetap dapat terpenuhi seperti menggelar donor darah di berbagai kelompok pendonor dengan jumlah yang terbatas.

Upaya tersebut, tutur dia, mendapat respon yang cukup tinggi termasuk dari serikat pekerja, ormas dan organisasi lainnya, sehingga kebutuhan darah yang selama pandemi selalu kekurangan, sedikit teratasi dengan stok per hari 50 katong labu.

"Meski upaya tersebut mendapat respon cukup tinggi, namun pendonor tetap harus dibatasi karena sesuai dengan protokol kesehatan ketat. Setiap acara donor di kelompok pendonor hanya bisa dilakukan tidak lebih dari 50 oran peserta, namun dari 50 orang tidak semuanya dapat diambil darahnya," kata Rudi.

Pihaknya berharap jumlah pendonor terus bertambah, terlebih menjelang masuknya bulan puasa, tingkat pendonor akan kembali berkurang sedangkan kebutuhan tetap sama, sehingga pihaknya mengimbau warga untuk dapat mendonorkan darahnya menjelang atau setelah berbuka puasa.

"UDD PMI tetap melayani pemesanan darah dan donor darah 24 jam selama bulan puasa, harapan kami, jumlah pendonor tetap tinggi karena selama bulan puasa pelayanan tetap buka," katanya.