Ternyata, Inilah Penyebab Seseorang Alami Gagal Jantung

Ternyata, Inilah Penyebab Seseorang Alami Gagal Jantung
Ilustrasi

INILAH, Jakarta - Jantung merupakan organ tubuh vital yang bertugas menerima dan memompa darah ke seluruh tubuh.

Normalnya jantung berdetak 60-100 kali setiap menitnya. Jantung yang berukuran hampir sebesar kepalan tangan ini terbagi menjadi empat ruangan, yaitu atrium kanan dan kiri, serta ventrikel kanan dan kiri.

Jantung juga dilengkapi dengan empat katup jantung yang akan membuka dan menutup seirama dengan detak jantung untuk memastikan aliran darah berjalan ke arah yang benar.

Salah satunya adalah katup aorta. Katup aorta merupakan katup yang dilewati saat darah dari jantung mengalir ke seluruh tubuh. Stenosis aorta atau penyempitan katup aorta prevalensinya akan meningkat seiring bertambahnya usia.

Data dari Uptodate menyebutkan bahwa prevalensi stenosis aorta adalah 0.2 persen pada usia 50-59 tahun, 1 persen pada usia 60-69 tahun, 4 persen pada usia 70-79 tahun, dan mencapai kurang lebih 10 persen pada usia 80-89 tahun.

Jika stenosis aorta terjadi sebelum usia 50 tahun, seringkali ini disebabkan oleh penyakit katup jantung rematik yang disebabkan oleh peradangan kronis katup jantung kiri.

"Normalnya katup aorta terdiri dari tiga daun katup (tricuspid valve). Jika katup aorta hanya memiliki 2 daun katup (bicuspid valve) ataupun 1 daun katup (unicuspid valve) karena kelainan sejak lahir maka stenosis aorta akan terjadi lebih cepat," kata dr Antono Sutandar, Sp.JP-K selaku wakil ketua Siloam Heart Institute, Jakarta, Jumat, (1/3/2019).

Stenosis aorta umumnya akan membuat otot jantung kerja lebih berat karena jantung harus memompa darah melalui pintu yang sudah mengecil untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

"Jika kondisi ini dibiarkan, penyempitan katup akan semakin memberat dan akhirnya pasien dapat mengalami gagal jantung," tambahnya. (inilah.com)