Pemkab Bandung Gandeng Kodim 0624 dan Buddha Tzu Chi Bangun Jembatan Simpay Asih

Pemkab Bandung Gandeng Kodim 0624 dan Buddha Tzu Chi Bangun Jembatan Simpay Asih
istimewa



INILAH, Bandung - Pemkab Bandung bersama Yayasan Buddha Tzu Chi akan membangun kembali Jembatan Simpay Asih. Jembatan yang menghubungkan Desa Resmitingal Kecamatan Kertasari dengan Desa Sukarame Kecamatan Pacet yang sempat rusak akibat banjir bandang beberapa waktu lalu.

Pj Sekda Kabupaten Bandung Asep Sukmana mengatakan, pembangunan kembali jembatan tersebut memiliki nilai strategis bagi warga setempat.

“Pembangunan sebuah jembatan tidak semata-mata untuk menghubungkan dua wilayah, tapi yang lebih penting adalah dampaknya. Selain mempermudah aktivitas masyarakat, hadirnya sebuah jembatan juga berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor,” kata Asep di sela kegiatan peletakan batu pertama Jembatan Simpay Asih di Desa Resmitingal Kecamatan Kertasari, beberapa waktu lalu.


Selain sektor perekonomian, ketenagakerjaan dan pendidikan, dia berharap ke depan jembatan dengan latar belakang pemandangan Gunung Rakutak Kecamatan Pacet itu juga berpotensi di sektor pariwisata.

Dia pun menilai, misi kemanusiaan Yayasan Buddha Tzu Chi yang berkolaborasi dengan pemerintah itu patut ditiru komunitas lainnya. Di mana kerjasama antar unsur pentahelix, sangat dibutuhkan sebagai upaya akselerasi pembangunan.

“Pemerintah punya keterbatasan, anggaran, SDM, maupun aspek lainnya. Kehadiran komunitas dalam pembangunan tentu sangat diperlukan. Tentu kami berharap komunitas lainnya bisa ikut berperan serta, dan pembangunan serupa juga dapat dilakukan di tempat lain,” ujarnya.

Sedangkan, Dandim 0624 Kabupaten Bandung Donny Ismuali Bainuri menyatakan siap memberikan dukungan, agar pembangunan jembatan ini cepat terwujud. 

“Tanpa jembatan penghubung, anak-anak yang bersekolah sangat terdampak. Mereka membutuhkan waktu 30 sampai 45 menit lebih banyak, untuk jalan memutar,” ujar Dandim.

Pihaknya juga senantiasa mendukung program konservasi alam maupun penanggulangan bencana nonalam. Sebayak 103 personel Kodim 0624, telah bertugas di 9 dari 23 sektor Citarum Harum yang berada di Kabupaten Bandung.

“Kami juga senantiasa siap mengawal pemberian sembako untuk warga terdampak covid-19, dan memastikannya sampai kepada warga yang membutuhkan,” katanya.

Sementara itu, Staf Khusus Yayasan Buddha Tzu Chi Dedi Kusnadi menjelaskan pembangunan Jembatan Simpay Asih merupakan kegiatan terpadu antara Program Citarum Harum dengan yayasan. Dengan panjang 55 meter, jembatan tersebut menghabiskan anggaran kurang lebih Rp500 juta.

“Panjang antartepi jembatan 55 meter, sedangkan lahan untuk pancangan tiang di kedua sisi panjang masing-masing 10 meter, sehingga total 75 meter. Lahan untuk pancangan tiang di kedua sisi merupakan hibah dari warga desa, sehingga kalau dikalkulasikan dengan anggaran yang dikeluarkan, belum dari tenaga pengerjaannya, diperkirakan total mencapai Rp1 miliar,” katanya.

Pembangunan ditargetkan pihaknya akan selesai sebelum Idul Fitri mendatang. Setelah dilakukan peletakan batu pertama di Desa Resmitingal, peresmiannya nanti akan digelar di Desa Sukarame.

“Setelah nanti jembatan sudah bisa dimanfaatkan, kami berharap warga setempat bisa bersama-sama merawatnya. Karena untuk perawatannya bukan lagi tanggungjawab pemerintah, Satgas Citarum Harum atau yayasan lagi. Tapi sudah menjadi tanggungjawab masyarakat di sini,” ujarnya. (Dani R Nugraha)