Dua Pelaku Jual PSK di Bawah Umur, Ini Modus Operandinya

Dua Pelaku Jual PSK di Bawah Umur, Ini Modus Operandinya
Foto: Rizki Mauludi



INILAH, Bogor - Polresta Bogor Kota berhasil mengamankan dua pelaku yang sengaja menjajakan perempuan di bawah umur sebagai pekerja seks komersial (PSK) di salah satu apartemen Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor. 

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo mengatakan, modus operandi yang mereka tawarkan yakni PSK di bawah umur dan menawarkannya melalui jejaring sosial. 

"Kedua orang tersebut diamankan di salah satu apartemen di kawasan Jalan Sholeh Iskandar, Jalan Baru, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Semoga ramadan kali ini kondusif dari penyakit masyarakat," ungkap Susatyo, Senin (12/4/2021).


Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota Kompol Dhoni Erwando menjelaskan, dari dua tersangka yang diamankan satu orang berperan sebagai mucikari dan satu orangnya sebagai penyedia tempat. 

"DAP (17) merupakan ABG perempuan di bawah umur yang berperan sebagai mucikari," ungkapnya.

Dhoni juga mengatakan, saat diamankan wanita yang diduga sebagai PSK tengah bersiap untuk dijajakan kepada pria hidung belang, dan mereka berada di lantai 12 pada apartemen tersebut.  

"Modus operandi yang digunakan adalah menawarkan beberapa wanita yang dijajakan sebagai PSK, rata-rata mereka di bawah umur, bahkan ada satu orang di bawah umur 17 tahun. Makanya kami terapkan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman 15 tahun penjara," sebutnya. 

Dhoni mengungkapkan, untuk sekali kencan para mucikari menawarkan dengan harga Rp700 ribu untuk sekali kencan. Dimana dari uang Rp700 ini, sebesar Rp200 diserahkan sebagai jatah mucikari, dan Rp500 lainnya untuk PSK yang menjajakan kepada pria hidung belang.

"Untuk korbannya, kami amankan tiga orang wanita yang memang saat itu dipersiapkan di sana kemudian juga tersangka dua orang," tuturnya.

Meski dijadikan PSK, dua orang perempuan dengan inisial MRM (17) dan SGA (16) yang dijajakan DAP ternyata masih diperbolehkan pulang ke rumahnya. Sebab tempat tinggalnya masih di wilayah Kota Bogor. Selama menunggu adanya pesanan dari pria hidung belang, para perempuan ini disediakan kamar khusus.

"Jadi kamar untuk 'main' dan untuk menunggu itu beda," pungkasnya. (Rizki Mauludi)