Di Cianjur, Harga Daging Ayam dan Sapi Kembali Merangkak Naik

Di Cianjur, Harga Daging Ayam dan Sapi Kembali Merangkak Naik
Ilustrasi/Antara Foto



INILAH, Cianjur- Harga daging ayam dan daging sapi di pasar tradisional di Cianjur, Jawa Barat, satu hari menjelang masuknya bulan puasa kembali merangkak naik, dimana daging ayam di jual Rp45.000 per kilogram dan daging sapi Rp140.000 per kilogram.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Cianjur Tohari Sastra di Cianjur Senin, mengatakan kenaikan harga daging sapi dan ayam merupakan siklus tahunan terutama menjelang puasa dan Idul Fitri.

"Kami akan terus memantau agar tidak sampai terjadi lonjakan harga, terutama menjelang masuknya bulan puasa hingga lebaran nanti. Satu hari menjelang puasa, harga daging sapi dan ayam merangkak naik," katanya.


Namun kenaikan tersebut dinilai masih dalam tahap wajar seperti harga daging ayam dari Rp40.000 menjadi Rp45.000 per kilogram dan daging sapi dari Rp120.000 menjadi Rp140.000 per kilogram.

Pihaknya memperkirakan, kenaikan harga kebutuhan pangan tidak sampai melambung karena selama pandemi daya beli masyarakat menurun, namun pihaknya telah menyiapkan berbagai upaya antisipasi ketika terjadi kenaikan.

"Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk Bulog Cianjur, untuk menggelar operasi pasar, ketika kenaikan yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," katanya.

Pedagang daging di Pasar Muka Cianjur, Suci (26) mengatakan harga daging ayam mengalami kenaikan sejak Senin pagi, sebelumnya harga masih bertahan di angka Rp40.000 per kilogram, namun paginya harga dari distributor kembali naik.

"Harga dari bandar sudah Rp 39.000 per kilogram, belum termasuk biaya angkut dan lainnya, sehingga hari ini, pedagang menjual Rp45.000 per kilogram. Termasuk daging sapi mengalami kenaikan, dari Rp 120.000 menjadi Rp 140.000 per kilogram," katanya.

Untuk stok daging sapi cukup terbatas berbeda dengan daging ayam yang stoknya melimpah. Namun pihaknya memperkirakan kenaikan harga daging tidak sampai melambung karena berkaca pada puasa tahun lalu.

"Kami berharap sama dengan pembeli, harga tidak sampai melambung karena saat harga mahal pembeli berkurang. Untuk pasokan selama puasa hingga lebaran, masih aman bahkan hingga lebaran usai," katanya.