Hukum Salat Tarawih 4 Rakaat dengan 1 Kali Salam

Hukum Salat Tarawih 4 Rakaat dengan 1 Kali Salam
Ilustrasi/Net



PADA dasarnya memang salat sunah di malam hari itu 2 rakaat dengan satu kali salam, dan bukan 4 rakaat dengan satu salam. Ini sesuai dengan hadis Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam yang diriwayatkan dari Ibnu Umar, Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

"Salat malam itu 2 (rakaat) 2 (rakaat), jika kalian takut akan datangnya subuh, maka shalatlah satu rakaat (witir) sebagai penutup." (Muttafaq Alaih)

Salah satu hikmah salat Tarawih itu dilaksanakan 2 rakaat 2 rakaat, karena salat tarawih itu salat malam yang dilakukan secara berjemaah. Akan lebih mudah dan lebih ringan buat para jemaah setiap 2 rakaat ditutup dengan salam. Karena akan terasa berat kalau harus menunggu 4 rakaat untuk salam.


Untuk masalah shalat Tarawih 4 rakaat dengan satu salam sekaligus, ini masalah yang ulama belum sepakat, artinya masih berbeda pendapat. Ada yang membolehkan dan ada juga yang melarang. Tetapi jumhur (mayoritas) ulama membolehkan salat dengan cara yang demikian.

Para ulama yang membolehkan berdalil dengan hadis yang diriwayatkan dari Aisyah, Istri Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Beliau berkata:

"Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam salat 4 (rakaat) dan jangan kau tanyakan bagus dan panjangnya (salat tersebut), kemudian beliau salat 4 (rakaat), dan jangan kau tanyakan bagus dan panjangnya, kemudian beliau salat 3 rakaat (witir)" (Muttafaq Alayh)

Hadis ini menunjukkan atas kebolehan salat malam 4 rakaat dengan satu salam, termasuk tarawih karena tarawih bagian dari salat malam. Dan hadis Aisyah ini jelas tanpa perlu ditafsirkan apa-apa lagi.

Sedangkan hadis Ibnu Umar yang mengatakan bahwa salat malam itu 2 rakaat 2 rakaat, itu menunjukkan ke-afdalan-nya, bukan untuk kewajiban. Artinya salat sunah malam hari itu afdalnya 2 rakaat dengan satu salam tapi boleh dikerjakan dengan 4 rakaat satu salam.

Karena salat Witir Nabi pun bervariasi. Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah salat witir langsung 3 rakaat dengan satu salam, pernah juga 5 rakaat dan 7 rakaat sekaligus. Kalau salat sunah malam itu harus 2 rakaat, pastilah Rasul memisahkan salat witirnya 2 rakaat kemudian 1 rakaat, tapi tidak demikian, padahal witir juga termasuk salat malam.

Aisyah berkata: "Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah salat malam sebanyak 13 rakaat didalamnya witir dengan 5 rakaat. Dia tidak duduk dalam witir tersebut kecuali dirakaat terakhir, kemudian salam." (HR Muslim, Abu Daud)

Wallahu Alam. [Ustadz Zarkasih Ahmad, S.Sy.]