Pemkab Cirebon Diminta Perbaiki Hubungan dengan Provinsi

Pemkab Cirebon Diminta Perbaiki Hubungan dengan Provinsi
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Hermanto. (Maman Suharman)



INILAH, Cirebon - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Hermanto meminta supaya Bupati Cirebon, Imron segera memperbaiki Komunikasi dengan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.  

Hermanto menduga, saat ini ada yang tidak beres terkait komunikasi politik antara Imron dan RK. Meskipun sampai saat ini Komisi III belum menanyakan langsung kepada Imron, namun secara politis memang kondisi tersebut mengarah kepada tidak harmonisnya hubungan Imron dengan RK.

"Secara politis gejalanya sudah mengarah jelas. Komunikasi politik yang kurang bagus antara Imron dan RK akan berimbas kepada banyak faktor. Salah satunya anggapan bahwa Pemprov Jabar seakan meng anak tirikan Kabupaten Cirebon dalam hal pemberian bantuan dari Provinsi," kata Hermanto, Kamis (14/4/2021).


Hermanto menyebutkan, adanya teguran dari Provinsi terkait masih banyaknya Proyek Banprov yang belum dilelang, merupakan salah satu contoh. Belum lagi beberapa proyek Banprov yang sudah lama terbengkalai dan Provinsi seolah enggan mengucurkan lagi anggaran. Harusnya, situasi ini segera dibaca Bupati, dan segera melakukan konsolidasi dengan RK.

"Diagendakan dong Bupati bertemu empat mata dengan RK. Ibaratnya kan Kabupaten Butuh bantuan provinsi. Ya kita seharusnya terus menjalin komunikasi intens," aku Hermanto.

Menurutnya, kalau situasinya seperti ini terus, jangan salahkan kalau tahun depan Banprov yang akan di berikan akan mengalami penurunan. Harusnya kondisi ini segera dirapatkan oleh Bupati dan SKPD terkait, untuk menanyakan sampai sejauh mana perkembangan proyek Banprov yang diterima Pemkab Cirebon.

"Bupati harus secepatnya melakukan evaluasi proyek-proyek Banprov. Jangan yang tahun ini saja, tapi tahun tahun sebelumnya yang mangkrak. Tanya SKPD terkait evaluasi dan pertanggung jawabnya seperti apa. Bupati harus tegaslah. Kita kan sedang butuh anggaran buat infrastruktur," jelas Hermanto.

Terpisah, Sekdis PUPR Kabupaten Cirebon, Ahmad Rizal mengakui, lelang proyek Banprov memang belum digelar. Alasannya, sedang melakukan review desain dan penyesuaian. Namun dalam waktu dekat, proyek Banprov yang nilainya sekitar Rp22,8 milyar tersebut, proses lelangnya akan segera diajukan.

"Pokoknya bulan ini sudah kita ajukan lelang.  Kami sedang melakukan revisi terlebih dahulu. Masalahnya kan sebagian besar pada bagian peningkatan jalan dan jembatan, dan sisanya di bagian sumber daya air," ucap Rizal.

Hal senada dikatakan oleh Kabid Daalbang Setda Pemkab Cirebon, Edi Kurnaedi. Menurutnya, beberapa hari setelah ditegur provinsi, dinas LH mengajukan lelang Konsultan untuk proyek Banprov. Proyek tersebut untuk revitalisasi taman pataraksa senilai Rp13 milyar. Sedangkan untuk lelang fisiknya sendiri, kemungkinan di bulan Mei.

"Baru dinas LH dan Disperindag saja untuk pasar kue sebesar Rp14 milyar. Tapi baru pengajuan konsultannya. Untuk fisiknya tidak dibulan sekarang. Untuk dinas Kesehatan dan Pendidikan sampai sekarang belum ada kabar," tukas Edi. (maman suharman)