Raden Tedi: Pemprov Jabar Jangan Pernah Lelah demi DOB

Raden Tedi: Pemprov Jabar Jangan Pernah Lelah demi DOB



INILAH, Bandung – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Raden Tedi, meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, untuk terus gencarkan pemekaran daerah atau otonomi baru, guna mempercepat pembangunan khususnya bagi kabupaten atau kota yang memiliki geografis terlalu luas.

Terlebih beberapa wilayah, salah satunya Bogor Timur, secara administrasi sudah dinilai siap untuk menjadi Calon Persiapan Daerah Otonomi Baru (CPODB), selain Indramayu Barat dan Cirebon Timur, yang cukup layak dijadikan kandidat dalam pemekaran. Raden Tedi menilai, dengan wilayah yang luas dan jumlah penduduk berlebih sudah seharusnya Pemprov Jawa Barat mengajukan dan mengawal kepada pemerintah pusat agar segera terpenuhi.

Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) ini menambahkan, dengan jumlah penduduk Jawa Barat sekitar 50 juta jiwa. Harusnya, sebut Raden Tedi, memiliki kota dan kabupaten sekitar 40, tidak seperti sekarang yang baru 27 kota dan kabupaten. Dia membandingkan dengan Jawa Tengah, yang memiliki 35 kota dan kabupaten dengan jumlah penduduk 31 juta jiwa.


"Kita berharap, beberapa wilayah yang layak harus segera menjadi daerah otonomi baru. Jangan sampai kita kalah dengan provinsi lain. Contohnya seperti Jawa Tengah yang punya 35 kota dan kabupaten. Kota atau kabupaten yang ada saat ini, dengan wilayah luas harus segera dilakukan pemekaran. Ini dilakukan supaya percepatan pembangunan dapat dilakukan secara merata. Jangan sampai ada ketimpangan. Jabar wajib gencarkan pemekaran daerah,” ujar Tedi kepada INILAH, Senin (19/4/2021).

Belum lagi, kata Raden Tedi, Jawa Barat turut mendapat keuntungan dengan bertambahnya daerah otonomi baru. Salah satunya bantuan dari pemerintah pusat, yang nantinya tentu saja dapat dimanfaatkan dalam proses pembangunan di daerah tersebut. Sehingga dapat meringankan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam percepatan pembangunan.

“Kemudian, dengan adanya penambahan daerah otonomi baru. Tentu saja pemasukan berupa bantuan dari pusat untuk kita bertambah. Itu kan bisa dimanfaatkan dalam pembangunan di wilayah tersebut. Belum lagi untuk dana desa. Jelas nanti pembiayaan kita dari APBD untuk kota dan kabupaten akan sangat terbantu, karena ada tambahan,” ucapnya.

Raden Tedi berharap, Pemprov dapat terus berjuang sehingga pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengamini keinginan Jawa Barat untuk melakukan pemekaran daerah, meski secara bertahap. Guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dan intrastruktur, yang lebih merata.

“Kita sangat berharap, Pemprov tidak lelah dan terus berjuang agar usaha kita ini untuk melakukan pemekaran atau penambahan otonomi daerah baru ini, bisa membuahkan hasil. Sehingga kesejahteraan masyarakat kita bisa lebih merata. Tidak seperti sekarang, dimana masih ada masyarakat kita yang belum tersentuh pembangunan karena berada di pelosok daerah. Mudah-mudahan usaha kita bersama ini bisa membuahkan hasil,” harapnya. (Yuliantono)