Ketua Komisi V DPRD Jabar Dukung Pelaksanaan PTM

Ketua Komisi V DPRD Jabar Dukung Pelaksanaan PTM
Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Dadang Kurniawan. (Istimewa)



INILAH, Bandung – Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Dadang Kurniawan mendukung penuh rencana pelaksanaan Pendidikan Tatap Muka (PTM), pada Juli mendatang. Ketika dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM), pada semester genap semester genap tahun ajaran 2021.

Dia melanjutkan, harusnya sejak awal PTM digelar meski di tengah pandemi Covid-19. Sebab dia menilai, justru peserta didik akan lebih aman di sekolah karena protokol kesehatan dapat diawasi. Sementara ketika Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dilaksanakan, belum tentu bisa diawasi sepenuhnya oleh orangtua. Sehingga potensi terjangkit Covid-19, sangat besar karena banyak waktu anak yang habis diluar, bermain dan berkumpul dengan teman sebaya.

“Pada intinya saya secara pribadi sangat mendukung, dengan segera dilaksanakannya PTM. Alasannya, karena kita memang harus ambil satu risiko demi masa depan bangsa. Dua bulan lalu, kami kunjungan kerja ke Garut. Ke KCD Garut, keliling ke pesantren-pesantren yang masih melakukan pendidikan tatap muka. 70 persen disana bisa berjalan baik. Melihat itu, kemudian banyak masukan juga ternyata lebih efektif dalam penanganannya, kalau terjadi penularan,” ujar Dadang kepada INILAH, Selasa (20/4/2021).


“Tapi justru risiko di pesantren ini lebih kecil, karena mereka ini terawasi. Protokol kesehatan bisa berjalan dan bahkan mereka para siswa ini malah bisa menjadi corong dalam sosialisasi protokol kesehatan. Sebab sejauh ini dari hasil di lapangan, ternyata anak didik atau siswa ini ketika PJJ kemarin. Belum dapat dijamin, dibawah pengawasan orangtua protokol kesehatan bisa berjalan disiplin. Ya karena namanya anak-anak, kadang mereka ini justru bukannya dirumah tapi keluar, bermain, berkerumun. Jadi kadang, apa yang kita harapkan atau inginkan tidak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan,” imbuhnya.

Kendati demikian, anggota Fraksi Partai Gerindra Persatuan ini berharap Dinas Pendidikan Jawa Barat sudah memiliki skema yang matang sebelum betul-betul memulai PTM. Guna menghindari klaster baru, akibat dari pelaksanaan pembelajaran tatap muka tersebut. Salah satunya dengan dilaksanakan secara bertahap, sesuai status daerah masing-masing.

“Kami sangat mendukung, tapi tetap dengan persiapan yang matang. Walaupun sebenarnya konsepnya sudah dimatangkan sejak jauh hari gambarannya seperti apa. Mungkin pelaksanaannya tidak secara serentak. Dilakukan bertahap, sesuai zona. Zona hijau seperti apa, zona kuning bagaimana, zona merah juga harus gimana. Mudah-mudahan jika persiapannya sudah matang, kita bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya. (Yuliantono)