Ade Yasin Ingin Tekan Angka Kemiskinan hingga 6,38 Persen

Ade Yasin Ingin Tekan Angka Kemiskinan hingga 6,38 Persen
Bupati Bogor Ade Yasin dalam acara launching Memory Kemiskinan, Selasa (5/3) pagi WIB
INILAH, Bogor- Pemkab Bogor terus merancang langkah-langkah strategis untuk menekan angka kemiskinan. 
 
Saat ini, jumlah masyarakat miskin di Bumi Tegar Beriman menca mencapai 415.020 jiwa atau 7,14 persen dari jumlah penduduk.
 
Bupati Bogor Ade Yasin dalam acara launching Memory Kemiskinan di Balai Kesejahteraan Sosial, Kecamatan Citereup, Selasa (05/02/2019) pagi WIB, menjelaskan memori kemiskinan merupakan gambaran kemiskinan di Kabupaten Bogor.
 
"Tujuan memory kemiskinan ini adalah meningkatkan keberdayaan dan harapan masyarakat pra sejahtera untuk bangkit menuju hidup sejahtera, sehingga diharapkan akan memutus mata rantai kemiskinan," jelas Ade Yasin.
 
Ketua DPW PPP Jawa Barat ini menuturkan, dalam percepatan program penanggulangan kemiskinan, Kabupaten Bogor mentargetkan turunnya prosentase kemiskinan dari 7,14 persen pada tahun 2018 menjadi 6,38 persen pada tahun 2023.
 
"Saya dibantu Dinas Sosial dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait sudah menyiapkan langkah-langkah atau upaya-upaya strategis untuk mencapai target tersebut," tuturnya.
 
Ade menjelaskan upaya atau langkah strategis untuk menanggulangi kemiskinan ialah pembangunan Graha Panca Karsa sebagai pusat pelayanan sistem layanan rujukan terpadu. 
 
"Graha Panca Karsa merupakan tempat pelayanan seluruh bidang, baik bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi maupun sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial di Kabupaten Bogor  dimana pada tahun 2019 – 2023 membuka replikasi  sistem layanan rujukan terpadu di desa dengan membangun pusat kesejahteraan sosial. Target kami pada tahun 2023 sudah terbentuk (Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) di seluruh desa dan kelurahan," jelas Ade.
 
Ia menambahkan jajarannya juga akan membentuk Yayasan Dan Koperasi Kesejahteraan Sosial yang beranggotakan dari potensi sumber kesejahteraan sosial. Yakni, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan, pekerja sosial masyarakat dan pendamping program keluarga harapan.
 
Nantinya, ketiga lini itu akan bergerak untuk membantu pemasaran produk hasil program keluarga harapan dan pembinaan lanjutan.
 
"Kami menargetkan setiap pendamping program keluarga harapan per tahun dapat menaikan kelas bagi peserta PKH sebanyak minimal 5 keluarga sangat miskin diikuti dengan reward bagi pendamping pkh yang berhasil," tambahnya.
 
Ibu  dua orang anak ini juga akan mengembangkan bantuan beasiswa S1 bagi anggota keluarga PKH yang berprestasi dan minimal 1 tahun dikaryakan sebagai tenaga ahli di lingkungan pemerintah daerah.
 
"Nanti para pendamping PKH wajib memasang stiker pada tempat tinggal peserta PKH, membuat laporan perkembangan kondisi PKH tiap tahun dan memberikan stimulan bagi mereka yang tergraduasi. Kami juga akan mengoptimalkan peran Filantrophy, Baznas dan Corporate Social Responsibility (CSR)," papar Ade.
 
Dia melanjutkan mulai tahun ini Pemkab Bogor akan melaksanakan program bedah kampung sebagai upaya pemerintah daerah untuk menuntaskan desa-desa yang terisolir, kumuh  dan rumah-rumah yang tidak layak untuk dihuni. 
 
"Kami juga akan  memberikan masyarakat miskin Kartu Bogor Sehat dan Kartu Bogor Cerdas," lanjutnya.