Lagi Begituan, Hidung Belang dan ABG Diamankan Polisi Gunung Putri

Lagi Begituan, Hidung Belang dan ABG Diamankan Polisi Gunung Putri



INILAH, Bogor – Dari tiga pengungkapan kasus perdagangan manusia, dalam hal ini perempuan, apa yang terjadi di Apartemen Gunung Putri Square sangat dramatis. Kenapa?

Saat polisi melakukan penggerebekan, pria hidung belang dan korban perempuan berusia 18 tahun sedang berhubungan badan. Mereka tak bisa mengelak ketika polisi mengamankan.

“Kami mengamankan pelaku, korban berusia 18 tahun dan pria hidung belangnya pada saat Ramadan ini pada pukul 20.30 WIB di mana pasangan tersebut sedang berhubungan badan,” kata penyidik Unit Reskrim Polsek Gunung Putri Brigadir Armando kepada wartawan, Kamis (22/4).


Ia menerangkan pria pelaku human trafficking menjual korbannya melalui aplokasi michat. Di aplikasi itu diatur cara pemesanan, lokasi prostitusi, durasi berhubungan badan dan syarat-syarat lainnya.

“Korban human trafficking merupakan remaja wanita asli Cikarang, Kota Bekasi. Ia dijual oleh pelaku Rp 300 ribu untuk short time, lalu dari uang tersebut antara pelaku human trafficking pembagiannya 40 persen untuk pelaku dan 60 persen untuk korban," terangnya.

Selain di apartemen tersebut, polisi juga meringkus dua pelaku perdagangan wanita lainnya di tempat yang berbeda. Di salah satu hotel di Kecamatan Cibinong, Unit Reskrim Polsek Cibinong juga berhasil menangkap pelaku human trafficking yang merupakan seorang perempuan berinisial UP (42  tahun).

"Dari salah satu hotel, kami berhasil mengamankan seorang perempuan berusia 38 tahun, dia menjual korbannya perempuan berusia 23 tahun dengan harga Rp 1,5 juta pershort time," ucap Kanit Reskrim Polsek Cibinong AKP Yunli.

Sementara itu  Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Handreas Adrian menjelaskan bahwa jajarannya juga mengungkap kasus human trafficking di sebuah vila di Kecamatan Cisarua, Kawasan Puncak.

"Sat Reskrim Polres Bogor mengamankan satu orang pria pelaku human trafficking berinisial AR (42 tahun) dengan jumlah korbannya tiga orang wanita,  kalau modus human traffickingnya masih konvensional atau langsung menawarkan ke para pria hidung belang dengan harga Rp 1 juta pershort time," jelas AKP Handreas.

Kapolres Bogor AKBP Harun melanjutkan dari tangan pelaku human trafficking  kepolisian mengamankan barang bukti berupa uang, handphone, tisu basah dan kondom. Untuk sanksi para pelaku diancam dengan Undang - Undang nomor 21 tahun 2007 pasal 2 tentang perdagangan manusia, pasal 296 dan 506 Kitab Undang-Udang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman penjara minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun.

"Tiga orang pelaku atau  tersangka human trafficking ini terancam hukuman penjara selama 3  hingga 15 tahun  penjara karena kami mengenakan Undang - Undang nomor 21 tahun 2007 pasal 2 tentang perdagangan manusia, pasal 296 dan 506 KUHP," lanjut Harun. (reza zurifwan)