Januari-April, Kasus Positif Covid-19 di Garut Turun, Persentase Kematian Naik

Januari-April,  Kasus Positif Covid-19 di Garut Turun, Persentase Kematian Naik
istimewa



INILAH, Garut-Memasuki bulan kelima di tahun 2021, temuan kasus baru positif Covid-19 di Kabupaten Garut cenderung mengalami penurunan. Namun persentase kematian akibat Covid-19 bersamaan temuan kasus positif Covid-19 tersebut dihitung per bulan malah terus meningkat.

Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut menunjukkan, selama Januari 2021, di Garut terjadi penambahan sebanyak 2.395 kasus positif Covid-19 dengan jumlah kematian sebanyak 94 kasus, atau 3,9 persen. 

Pada Februari, penambahan kasus positif Covid-19 ditemukan sebanyak 1.075 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 61 kasus, atau 5,6 persen. Selama Maret, terjadi penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 783 kasus dengan kematian sebanyak 49 kasus, atau 6,2 persen. 


Persentase kematian akibat Covid-19 selama April kembali naik menjadi sekitar 6,8 persen. Hal itu terlihat dari jumlah kematian sebanyak 43 kasus dari total penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 625 kasus pada bulan tersebut.

Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia itu didominasi mereka yang berusia 50 tahun ke atas. 

Selain kematian terkonfirmasi positif Covid-19, selama Januari hingga April 2021, di Garut juga tercatat ada penambahan sebanyak dua kasus probable, dan delapan kasus suspek. 

Kasus kematian akibat Covid-19 selama dua hari memasuki bulan Mei 2021 sendiri bertambah sebanyak empat kasus, atau 11,4 persen, dari total penambahan kasus baru positif Covid-19 sebanyak 35 kasus. 

Secara keseluruhan, hingga 2 April 2021, persentase kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Garut mencapai sekitar empat persen, tepatnya 357 kasus dari total jumlah positif Covid-19 sebanyak 8.799 kasus. 

Mereka terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia itu terdiri 185 laki-laki dan 172 perempuan, berusia antara 16 tahun sampai 95 tahun. 

Berkenaan tingginya persentase kematian akibat Covid-19 di Garut, Koordinator Komunikasi Publik/Humas Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Garut Muksin beralasan, dengan mengutip pernyataan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Asep Surahman, hal itu terjadi pada pasien dengan penyakit penyerta (komorbid).

"Di antaranya, pasien masuk rumah sakit rujukan dalam kondisi grade berat. Sehingga pada saat penanganan di antaranya ada yang mengalami perburukan," ujarnya.(zainulmukhtar)