PTM Digelar Juli, Kota Bandung Terus Geber Persiapan

PTM Digelar Juli, Kota Bandung Terus Geber Persiapan
Wali Kota Bandung Oded M Danial (kiri). (Istimewa)



INILAH, Bandung - Wali Kota Bandung Oded M Danial menyebut, saat ini tengah melakukan persiapan berbagai keperluan penunjang pembelajaran tatap muka (PTM) yang rencananya digelar Juli mendatang. 

"Mudah-mudahan ke depan, anak-anak kita bisa belajar tatap muka kembali. Insya Allah dimulai Juli. Tapi tentu saja ini harus kita siapkan seluruh infrastrukturnya, salah satunya urusan kesehatan," kata Oded, Senin (3/5/2021). 

Dituturkan dia, jumlah pegawai tenaga kependidikan (PTK) di Kota Bandung yang telah mengikuti proses penyuntikan vaksin sebanyak 32 ribu orang. PTK Kota Bandung terus mempersiapkan diri. 


“Rekonsilisasi seluruh tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan di Kota Bandung tentunya untuk terus bekerja mempersiapkan diri, agar pembelajaran tatap muka berjalan dengan baik,” ucapnya. 

Sambung Oded, pada PTM mendatang. Keamanan dan kenyamanan siswa menjadi prioritas. Sehingga dirinya mengimbau kepada Disdik Kota Bandung berhati-hati dan teliti dalam menyiapkan daftar periksa kebutuhan PTM.

"Outputnya atau akhirnya adalah bagaimana anak-anak bisa serentak berjalan dengan baik. Anak-anak bisa nyaman kembali belajar. Sehingga mereka bisa merdeka, dan kembali belajar,” ujar dia. 

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Disdik Kota Bandung Edy Suparjoto mengatakan, kesiapan infrastruktur telah mencapai 100 persen. 

"Kesiapan infrastruktur untuk tingkat SD dan SMP sudah 100 persen. Sedangkan kesiapan sarana dan prasarana penunjang PTM di sekolah swasta, juga sudah mencapai 98 persen," kata Edy. 

Meski begitu menurutnya, penyelenggaraan PTM tetap tergantung izin dan kesiapan para orang tua siswa. Karena hal tersebut menjadi prasyarat utama untuk memulai PTM di Kota Bandung.

“Pak Wali sudah mewanti-wanti jangan tergesa-gesa. Dari daftar periksa kita, analisa dengan prinsip 5S yaitu Siap guru, Siap siswa, Siap sarana prasarana, Siap kepala sekolah dan Siap orang tua," ucapnya. 

Dia menambahkan, pola pelaksanaan PTM dilaksanakan terbatas. Bukan hanya menyoal kapasitas saja, tetapi juga mata pelajaran. Sejumlah aktivitas juga masih belum diperbolehkan berjalan normal.

"Contohnya mata pelajaran yang terdapat kontak fisik. Seperti olahraga masih belum diperbolehkan. Selain itu, kantin sekolah juga belum boleh beroperasi. Lalu kita akan mengatur penjadwalan pembelajaran," ujar dia. (Yogo Triastopo)