Satgas Covid-19 Kota Bogor Lakukan Rekayasa Terbatas di Pasar Kebon Kembang

Satgas Covid-19 Kota Bogor Lakukan Rekayasa Terbatas di Pasar Kebon Kembang
Foto: Rizki Mauludi



INILAH, Bogor - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bogor menerapkan rekayasa terbatas arus lalu lintas dari dan menuju Pasar Kebon Kembang atau Pasar Anyar, Bogor Tengah. Rekayasa lalu lintas ini untuk mengantisipasi kesemrawutan akibat tingginya trafik kunjungan warga ke pasar menjelang Idul Fitri.

"Pasar Kebon Kembang ini setiap menjelang Lebaran selalu mendapat atensi khusus dari kami. Tetapi untuk tahun ini atensinya bukan saja soal kesemrawutan dan kebersihan, lebih dalam lagi terkait upaya kami mencegah naiknya kasus lonjakan Covid-19. Kota Bogor kemarin mencatatkan angka terendah sepanjang masa pandemi, satu hari kasusnya hanya 13, relatif terkendali. Namun, secara nasional ada indikasi Covid-19 naik," ungkap Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor Bima Arya dalam keterangan tertulis pada Rabu (5/5/2021).

Bima melanjutkan, jadi kalau semua orang lalai, abai dan lengah, maka akan naik Covid-19 ini. Naik ini karena apa?, karena kerumunan warga, mobilitas warga. 


"Kami sekarang fokus untuk mencegah, mengantisipasi kerumunan, mobilitas warga, di mall dan di pasar-pasar. Karena itu kami melakukan koordinasi dan konsolidasi untuk secara teknis mengeluarkan kebijakan yang bisa dipahami oleh warga untuk mengikutinya," tambah Bima yang juga Wali Kota Bogor.

Bima mengimbau, warga untuk mepertimbangkan atau berpikir lagi apabila ingin pergi atau mengunjungi tempat umum. Karena pihaknya akan menerapkan kebijakan yang sangat ketat. 

"Seperti yang saya sampaikan, kalau kemudian pasar penuh, mall penuh, sangat mungkin kami melakukan kebijakan untuk menutup sementara. Termasuk di pasar ini. Kami antisipasi mulai hari ini sampai dinyatakan selesainya masa-masa penuh kesiagaan," terangnya.

Di tempat yang sama, Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro membeberkan lima langkah Satgas Covid-19 Kota Bogor dalam menerapkan rekayasa terbatas arus lalu lintas dari dan menuju Pasar Kebon Kembang.

"Yang pertama, untuk akses menuju Pasar Kebon Kembang ini, hanya ada dua arus, yakni dari Jalan Dewi Sartika dan Jalan Sawo Jajar. Kemudian untuk akses keluar hanya satu melalui Jalan Pengadilan. Apabila Jalan Dewi Sartika dalam situasi yang padat maka hanya boleh dilalui oleh angkutan umum dan kendaraan online. Selebihnya kendaraan pribadi maka kita akan lakukan pembatasan," ungkap Susatyo yang juga Wakil Ketua II Satgas Covid-19 Kota Bogor.

Ia menambahkan, dari pagi sampai dengan jam 12.00 WIB itu bisa diakses kendaraan pribadi. Namun setelah pukul 12.00 WIB sampai dengan jam 18.00 WIB untuk kendaraan umum. 

"Namun demikian itu sifatnya situasional apabila dibutuhkan atau sangat padat. Ingat ini adalah gedung bangunan, area tertutup, sehingga kami membatasi betul agar tidak berdesakan di area dalam," tambahnya.

Susatyo menjelaskan, yang kedua, terkait dengan pengawasan protokol kesehatan akan dibuat checkpoint, baik di dalam maupun luar gedung pasar. Sehingga sistemnya kalau dalam gedung Blok A sampai dengan Blok F ini penuh, maka akan menghubungi tim yang ada di luar, pihaknya akan melakukan kesiagaan.

"Untuk angkutan perkotaan (angkot), Susatyo menegaskan tetap aturannya kapasitas maksimal penumpang 50 persen sehingga tidak ada yang ngetem sampai penumpangnya penuh. “Jika sudah terisi 5 penumpang, maka langsung jalan, tidak ngetem sampai penuh," terangnya.

Ia menegaskan, rekayasa lalu lintas ini juga berdampak pada sistem bongkar muat yang hanya diperbolehkan pada jam 00:00 WIB hingga 09:00 WIB. Di luar jam tersebut, truk atau angkutan lainnya tidak boleh melakukan bongkar muat karena akan memenuhi arus jalan.

"Dan yang terakhir, ini juga penting. Selain dimensi ekonomi dan kesehatan, kami juga perlu memperhatikan dimensi keselamatan masyarakat apabila terjadi kondisi darurat. Maka setiap ruas jalan di area Kebon Kembang ini harus bisa dilalui kendaraan darurat seperti Damkar, ambulance dan lain sebagainya," tegasnya.

Ia membeberkan, sehingga apabila ada parkiran ataupun lapak-lapak yang menutup ruas jalan sehingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan operasional darurat maka mohon maaf kami akan membongkar untuk alasan keselamatan. 

"Sekali lagi ini kita bertaruh untuk keselamatan masyarakat. Kita tidak ingin ada kejadian darurat. Namun kita harus bisa mengevakuasi secara cepat sehingga mohon kebijakan ini bisa dimaklumi. Lewat kebijakan ini, Satgas Covid-19 Kota Bogor berusaha agar pasar dan roda perekonomian bergerak, tetapi yang datang berkunjung juga bisa selamat secara kesehatan," pungkasnya.