Warga Kabupaten Cirebon Dilarang Mudik, Satgas Covid Perketat Pengawasan

Warga Kabupaten Cirebon Dilarang Mudik, Satgas Covid Perketat Pengawasan
Foto: Maman Suharman



INILAH, Cirebon - Mulai tanggal 6 Mei sampai tanggal 17 Mei bulan ini, warga Kabupaten Cirebon, dipastikan tidak bis mudik. Hal itu karena larangan mudik, sudah diberlakukan.  Saat ini, Pos-pos penyekatan untuk menghalau para pemudik sudah mulai diaktifkan.

Tercatat, untuk wilayah Kabupaten Cirebon, khususnya yang masuk dalam wilayah hukum Polresta Cirebon, terdapat 9 titik pos penyekatan. 9 Pos tersebut terbagi dalam beberapa tempat, yakni 1 titik pada ruas jalan Tol, 4 titik di jalur pantura, dan 4 titik di jalur arteri perbatasan.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Syahduddi melalui Kasat Lantas Kompol Ahmat Troy mengatakan, 9 Titik penyekatan pada wilayah hukum Polresta Cirebon terdapat pada, GT. Palimanan (Tol Perbatasan Jabar -Jateng), Pos Rawagatel (Pantura Perbatasan Indramayu-Cirebon), Pos Dukupuntang (Arteri Perbatasan Majalengka-Cirebon).


“Untuk ruas jalan Pantura kami siapkan Pos Ramayana (Perbatasan Cirebon – Pantura Indramayu – Kota Cirebon), Pos Ciperna (Arteri Perbatasan Kuningan-Cirebon), dan Pos Losari (Pantura Perbatasan Cirebon-Brebes),” kata Troy, Kamis (6/5/2021).

Jalur lainnya lanjut Troy, ada pada jalur arteri perbatasan. pihaknya menyiapkan Pos ciledug (arteri perbatasan Jabar – Jateng). Kemudian Pos Ciwaringin (arteri perbatasan Cirebon – Majalengka) dan Pos Kanci (Pantura perbatasan Ciko – Cirebon – Brebes / Jateng).

“Untuk personil kita siapkan dibeberapa Pos. Personil cukuplah kalau ini personil gabungan dari TNI juga tim Satgas Pemkab Cirebon," ungkap Troy.

Hal senada dikatakan Kabid Tribum Tranmas Pol PP Kabupaten Cirebon, Dadang Priyono. Menurutnya, petugas gabungan nantinya akan bertugas sesuai dengan tupoksinya. Untuk pihak Pol PP sendiri, sudah menerjunkan minimal tiga anggota dalam satu pos check point. 

"Setiap pos, pol PP menerjunkan minimal tiga anggota. Kita sesuaikan dengan piket personil lainnya dari TNI-Polri," aku Dadang.

Dadang juga terus melakukan pemantauan diwilayah Kabupaten Cirebon, berkaitan dengan masih banyaknya kerumunan yang terjadi. Menurutnya, kerumunan sering terjadi saat ngabuburit dan buka puasa bersama. Namun pihaknya terus memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat, tentang bahayanya virus corona.

"Kami akui, kerumunan hampir ada di semua wilayah dan bukan Kabupaten Cirebon saja. Tapi khususnya di Kabupaten Cirebon, kami terus melakukan pemantauan disemua wilayah. Intinya, tolong ikuti aturan larangan mudik, kalau sayang dengan diri dan keluarga kita," tukas Dadang. (maman suharman)