Warga Cirebon Masih Ramai- ramai Ziarah ke Pemakaman

Warga Cirebon Masih Ramai- ramai Ziarah ke Pemakaman
Foto: Maman Suharman



INILAH, Cirebon – Warga Kota maupun Kabupaten Cirebon, ramai melakukan ziarah kubur, mulai H+1 Lebaran, sampai hari Jumat (14/5/2021), atau H+2. Beberapa pemakaman besar seperti makam Jabang Bayi, dan Kemlaten di Kota Cirebon, dipenuhi para peziarah  begitupun dengan pemakaman umum Sumber Kabupaten Cirebon, juga ramai dipenuhi peziarah.

Pantauan dilapangan dari mulai hari Kamis sampai Jumat (14/5/2021), kebanyakan pengunjung mengenakan masker, namun sulit untuk melakukan jaga jarak. Namun, mereka banyak yang tidak berjabat tangan dan cukup memberi kode salam saja. Mereka mengaku aman dengan kondisi seperti itu. 

"Ya kita sudah terapkan protokol kesehatan. Kami sekeluarga pakai masker dan tidak salaman ketika bertemu kawan-kawan saat berziarah. Kalau jaga jarak, tetap kita maksimalkan lah," kata Agung, salah satu peziarah asal sumber yang mengaku orang tuanya dikubur di Makam Jabang Bayi Kota Cirebon.


Sementara itu, Ketua RW 09 Jabang Bayi Didi Kasmadi, menyebutkan, setiap tahun atau saat idul fitri, makam jabang bayi selalu ramai. Biasanya, sampai H+2, jumlah pengunjung totalnya bisa lebih dari 3.000 orang. Menurutnya, dalam masa pandemi pihaknya mengecek para peziarah, melaksanakan protokol kesehatan.

"Sebelum memasuki areal makam dipastikan pengunjung memakai masker, mencuci tangan dengan air yang sudah disediakan, menghindari kerumunan, dan menjaga jarak. Alhamdulillah, hampir 90 persen mematuhinya," aku Didi.

Sementara itu, Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Pol PP Kabupaten Cirebon, Dadang Priyono menilai, protokol kesehatan untuk para penziarah di TPU, cenderung aman. Hal itu berdasarkan hasil laporan Satgas Covid tingkat desa dan kecamatan. Mereka, terus memantau pergerakan masyarakat, apalagi saat melakukan ziarah kubur.

"Untuk para peziarah masing-masing TPU di Kabupaten Cirebon, masih cenderung aman. Kalaupun ada kerumunan masih dalam taraf normal, yang artinya masih dari keluarga mereka, dan tidak terlalu rapat. Prokesnya juga langsung dipantau satgas tiap desa masing-masing," ungkap Dadang.

Dadang menambahkan, justru dengan dibentuknya satgas covid mulai tingkat desa dan kecamatan, sangat berguna sekali. Pasalnya, kalau saja mengandalkan tim satgas tingkat Kabupaten saja, akan sangat sulit mendeteksi pergerakan masyarakat, dalam menerapkan protokol kesehatan. Dengan adanya mereka, semua kegiatan disetiap desa, apalagi pasca idul fitri, bisa terpantau langsung.

"Satgas covid tingkat desa dan kecamatan sangat membantu sekali. Mereka bisa menekan penyebaran covid-19, apalagi pasca idul fitri seperti sekarang ini. Kami juga meminta kesadaran masyarakat, untuk terus menerapkan Prokes," tukas Dadang. (maman suharman)