Kompak, Zola dan Beckham Tolak Liga 1 Tanpa Degradasi

Kompak, Zola dan Beckham Tolak Liga 1 Tanpa Degradasi
Beckham Putra Nugraha (tengah). (Antara Foto)



INILAH, Bandung - Dua gelandang Persib Bandung, Gian Zola Nasrulloh dan Beckham Putra Nugraha kompak memberikan tanggapannya mengenai wacana Liga 1 2021 tanpa degradasi. Keduanya sama-sama menentang.

Seperti yang diungkapkan Zola. Sebagai pemain sepak bola, pemilik nomor punggung 18 ini merasa harus mendukung untuk menolak wacana kompetisi tanpa degradasi. 

"Karena sepak bola tanpa degradasi kurang greget. Karena otomatis, setiap tim tidak greget kalau tidak ada degradasi," ungkap Zola saat ditemui di kediamannya Gedebage, Kota Bandung.


Pemain yang mengantarkan timnas Indonesia U-22 juara Piala AFF U-22 pada musim 2019 lalu ini meyakini, setiap tim tidak akan bermain habis-habisan dalam menjalani setiap pertandingannya apabila kompetisi tanpa degradasi. 

"Menang kalah jadi biasa. Kalau ada degradasi, enggak mau kalah. Jadi saya dukung agar tidak ada degradasi," tegasnya. 

Senada diungkapkan Beckham Putra Nugraha. Menurutnya, penolakan harus dilakukan agar wacana Liga 1 2021 tanpa degradasi tidak bisa terealisasi. 

"Setuju kalau tolak degradasi. Karena kalau Liga tidak ada degradasi, kan kurang rame. Kita juga harus mengikuti FIFA," kata Beckham. 

Sebelumnya, penolakan tanpa degradasi juga dilontarkan Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono. Menurutnya, hal itu sudah melanggar prinsip dasar dari kompetisi. Bahkan sudah diatur dalam statuta FIFA sebagai federasi sepak bola dunia dan AFC sebagai federasi sepak bola Asia. 

"Kami sangat menolak kompetisi Liga 1 tanpa degradasi. Prinsip dasar kompetisi yaitu sporting merit and integrity harus dijalankan. Statuta FIFA dan AFC mengatur dengan sangat jelas mengenai sporting merit and integrity," ujar Teddy beberapa waktu lalu. 

Teddy ogah menanggapi alasan tanpa degradasi itu dilakukan di musim 2021 ini. Terlebih, alasannya karena beberapa klub mengalami kesulitan finansial akibat pandemi Covid-19. 

"Saya tidak ingin berkomentar mengenai klub lain. Tapi PSSI atau PT LIB harus menegakan prinsip dasar kompetisi yaitu sporting merit and integrity. Sporting merit and integrity diatur jelas kok di FIFA atau AFC," tegasnya. 

Wacana tanpa degradasi ini disampaikan oleh salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani. Menurutnya, wacana itu muncul karena keinginan dari mayoritas klub peserta Liga 1 2021 saat rapat Exco PSSI yang dilangsungkan pada 3 Mei 2021 lalu.

"Jadi dalam rapat Exco terakhir, satu di antaranya membicarakan soal kompetisi musim ini. Saat itu, terjadi diskusi mengenai model kompetisi. Berdasarkan laporan dari kesekjenan PSSI, banyak klub mengirim surat ke PSSI untuk mempertimbangkan peniadaan degradasi," kata Hasani. 

Hasani menyebut wacana itu menimbulkan pro dan kontra. Namun dia berpendapat bahwa regulasi tanpa degradasi bisa dijalankan selama tidak melanggar statuta PSSI.

"Selama tidak melanggar Statuta PSSI dan sifatnya sementara, bukan seterusnya dan hanya di Liga 1 musim ini, saya setuju. Sebab kalau dipermanenkan, ada Statuta PSSI yang harus diubah. Ini sifatnya sementara, lalu ada negara yang melakukan ini, seperti Jepang. Jadi ada contohnya. Pertimbangan ini juga dilihat dari segi ekonomi," tambahnya.

Namun, rencana ini akan diputuskan dalam Kongres Tahunan PSSI pada 29 Mei mendatang di Jakarta. 

"Orang-orang banyak bertanya, kenapa? Kalau orang tak punya klub, susah menceritakannya. Apalagi kalau seorang suporter. Bagi seorang yang punya klub, ini sangat berat. Bagi seorang yang punya perusahaan, hari ini sangat berat karena dampak dari kondisi ini," tandasnya.(Muhammad Ginanjar)