Pelajar Purwakarta Diberikan Pemahaman Keluarga Berencana

Pelajar Purwakarta Diberikan Pemahaman Keluarga Berencana
INILAH, Bandung- Anggota Komisi IX DPR RI Putih Sari menghadiri acara sosialiasi pembangunan keluarga melalui generasi berencana di Desa Sukatani, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta.
 
Acara yang dihadiri oleh pelajar dari SMK negeri Sukati, SMA negeri Sukatani dan Karang Taruna Desa Sukatani ini digelar pada, Rabu (6/3/2019). Pada kesempatan itu, Putih Sari menjelaskan fungsi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kepada para pelajar.
 
Menurutnya, BKKBN tidak hanya mengurusi mengenai Keluarga Berencana saja. Badan tersebut, kata dia, menyiapkan generasi muda untuk menjadi sebuah keluarga yang harmonis.
 
"27 persen penduduk indonesia itu berusia remaja, oleh sebab itu negara indonesia itu ada di  tangan kalian, Negara ini menjadi lebih baik atau tidak menjadi lebih baik itu tergantung kalian ini usia-usia remaja," tutur Putih dihadapan para pelajar.
 
Dia mengatakan, untuk menjadikan negara kita maju, usia remaja harus diberikan pembekalan bagaimana merencanakan masa depannya, usia remaja adalah usia peralihan atau masa transisi dari anak-anak menjadi dewasa.
 
"Kalian harus mampu dan mengetahui ciri-ciri ketika kalian menjadi remaja, karena di usia kalian ini sangat rentan sekali godaan yang dapat menjerumuskan, sehingga dengan adanya sosialisasi seperti ini diharapkan kalian mampu menyerap ilmu dan bisa menerapkannya di kehidupan kalian, sehingga tidak mudah untuk terjerumus ke hal-hal negatif," paparnya.
 
Putih menjelaskan, usia pernikahan untuk laki-laki 25 tahun sementara perempuan 21 tahun. Dengan umur segitu, lanjut dia, membentuk keluarga harus banyak persiapan baik mental, psikis, ekonomi dan lainya,
 
"Jangan sampai gara-gara hal sepele bertengkar dan terjadi perceraian karena masih lemahnya mental dan psikis, untuk perempuan bila mengiginkan anak kalian juga harus mengetahui umur sebelum 21 tahun bagi perempuan sangat berbahaya bagi perempuan, karena banyak organ-organ reproduksi yang belum siap di buahi, resiko pendaharan, resiko bayi lahir prematur," ujar dia.
 
Perwakilan dari dinas terkait untuk wilayah kabupaten purwakarta. fatah menghimbau para pelajar harus merencanakan pernikahan. Jangan sampai terjadi nikah di usia muda. 
 
"Jangan sampai nikah cerai karena angka janda di purwakarta tahun 2018 lebih dari 1000 yang menjanda, adik-adik harus bisa menjaga amanah dari orang tua jangan pacaran berlebihan atau bahkan dihindari pacaran. Saya ingatkan sekali lagi jadilah remaja yang berencana agar cerah masa depan kalian” tutup fatah.