Gawat, Lonjakan Kasus Positif Covid-19 di Garut Tak Kunjung Surut

Gawat, Lonjakan Kasus Positif Covid-19 di Garut Tak Kunjung Surut
Ilustrasi/Zainulmukhtar



INILAH, Garut- Jumlah harian pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Garut kembali bertambah sebanyak 253 orang pada Jum'at (11/6/2021). Sehingga akumulasi pasien positif Covid-19 di Garut melonjak lagi menjadi sebanyak 11.837 orang.

Penambahan sebanyak 253 orang terkonfirmasi positif Covid-19 yang baru dipublikasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Garut pada Sabtu (12/6/2021) malam tersebut persis menyamai angka rekor tertinggi penambahan kasus positif saat dinyatakan Garut outbreak Covid-19 sebelumnya pada 8 Juni 2021.

Bedanya, kali ini jumlah pasien positif Covid-19 meninggal dunia mencapai sebanyak 12 orang, lebih banyak dibandingkan sebelumnya yang mencapai sembilan orang. Dominasi kalangan perempuan terkonfirmasi positif Covid-19 juga lebih banyak dibandingkan sebelumnya.


Keterangan Satgas Covid-19 Garut disampaikan Koordinator Komunikasi Publik/Humas Muksin, penambahan sebanyak 253 pasien positif Covid-19 itu diperoleh dari hasil pemeriksaan RT PCR sebanyak 99 orang serta rapid tes antigen pada kasus kontak erat dan suspek sebanyak 154 orang. 

Mereka terdiri 157 perempuan dan 96 laki-laki berusia antara enam bulan sampai 84 tahun. Mereka berasal dari Kecamatan Tarogong Kaler (36), Tarogong Kidul 929), Garut Kota (25), Cisewu (20), Cibatu (15), Karangpawitan (15), Bayongbong (12), Banyuresmi (11), Bungbulang (11), Kersamanah (11), Cikajang (7), Kadungora (7), Pasirwangi (6), dan Kecamatan Cibalong (6).

Juga, Kecamatan Peundeuy (5), Wanaraja (5), Pakenjeng (4), Pameungpeuk (4), Pangatikan (4), Selaawi (3), Caringin (2), Leles (2), Mekarmukti (2), Samarang (2), Banjarwangi (1), Cikelet (1), Cisompet (1), Karangtengah (1), Singajaya (1), Sucinaraja (1), Sukaresmi (1), Sukawening (1), dan Kecamatan Talegong (1). 

Sebanyak 12 pasien positif Covid-19 meninggal dunia terdiri enam perempuan dan enam laki-laki berusia antara 35 tahun sampai 81 tahun, termasuk tujuh lansia berumur 60 tahun ke atas. Sebanyak empat orang di antaranya dari Kecamatan Bayongbong. Sedangkan delapan orang lainnya dari delapan kecamatan berbeda. 

Selengkapnya, mereka yang meninggal dunia yakni laki-laki (KC-10503) usia 60 tahun dari Kecamatan Banyuresmi; laki-laki (KC-11431) usia 69 tahun, laki-laki (KC-11441) usia 81 tahun, perempuan (KC-11599 A) usia 67 tahun, dan perempuan (KC-11608) usia 35 dari Kecamatan Bayongbong; perempuan (KC-10698 A) usia 55 dari Kecamatan Cilawu; dan perempuan (KC-11485) usia 73 dari Kecamatan Garut Kota.

Lalu, laki-laki (K-11496) usia 54 dari Kecamatan Karangpawitan; perempuan (KC-11742) usia 40 tahun dari Kecamatan Pameungpeuk; laki-laki (KC-10123) usia 80 tahun dari Kecamatan Sucinaraja; laki-laki (KC-11235) usia 71 tahun dari Kecamatan Tarogong Kidul; dan perempuan (KC-11834) usia 49 dari Kecamatan Wanaraja.

Dengan adanya penambahan sebanyak 12 orang meninggal tersebut, akumulasi pasien positif Covid-19 meninggal dunia meningkat menjadi sebanyak 518 orang, atau sekitar 4,37 persen.

Hanya ada sebanyak lima pasien positif selesai pemantauan isolasinya. Sehingga akumulasi pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19 menjadi sebanyak 9.075 orang. Persentase kesembuhan dari Covid-19 di Garut pun melorot menjadi sekitar 76.6 persen dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai sekitar 78,29 persen.

Penambahan ratusan pasien positif Covid-19 hari itu membuat jumlah mereka yang menjalani isolasi mandiri maupun isolasi dalam perawatan rumah sakit meningkat tajam.

"Masih ada sebanyak 418 pasien positif Covid-19 dalam isolasi perawatan rumah sakit, dan sebanyak 1.823 pasien positif isolasi mandiri," kata Muksin.(zainulmukhtar)