PTM di Kabupaten Cirebon Terancam Diundur

PTM di Kabupaten Cirebon Terancam Diundur
Foto: Maman Suharman



INILAH, Cirebon - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon tidak yakin kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM)  bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Selain belum diperbolehkan, ada hal lain yang lebih urgent lagi terkait penyebaran Covid-19. Saat ini, tercatat ada 13 dari 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon masuk zona merah.

"Jika PTM tetap dilaksanakan, risiko terberatnya adalah paparan Covid-19 bertambah. Terlebih siswa SD. Saya tidak yakin mereka akan disiplin menjalankan prokes, termasuk dalam hal memakai masker," kata Kadinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni, Minggu (13/6/2021).

Eni menjelaskan, klaim Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten terkait sarana prasarana untuk melakukan PTM sudah aman, namun pelaksanaan PTM harus diimbangi dengan pengawasan secara ketat. Sementara, 18 ribu guru saat ini masih dalam proses vaksinasi. Mereka secara bersamaan digabung dengan aparat desa, pegawai kecamatan, tokoh masyarakat dan lainnya.


"Saya berharap para orang tua siswa mengedukasi anaknya, tentang bahaya Covid-19 dan selalu menerapkan prokes. Ini sangat penting karena saat PTM dibuka, mereka sudah terbiasa," ungkap Eni.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Rudiana menyebutkan PTM yang direncanakan bulan ini masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Meski demikian, ia tidak memungkiri kalau rencana PTM selalu gagal dilaksanakan. Hal itu karena perkembangan pandemi Covid-19, masih mengkhawatirkan.

"Secara pribadi, saya menginginkan sekolah cepat dibuka. Selama dua tahun belajar lewat daring, sangat tidak efektif. Toh anak-anak malah banyaknya bermain hp daripada belajar," jelasnya.

Rudiana menambahkan, meskipun PTM sudah siap, Dinkes harus memastikan, semua guru sudah divaksin serta sarana prasana prokes di sekolah benar-benar sudah disiapkan. Pengetatan masalah ini harus benar-benar dilakukan karena tidak mungkin PTM dibuka saat Covid dinyatakan berakhir.

"Satu-satunya cara, ya vaksinasi semua guru harus segera. Tiap sekolah juga harus menerapkan prokes dengan ketat. Kalau membuka PTM setelah Covid usai, mau sampai kapan  kita kan tidak tahu kapan Covid benar-benar hilang," tukasnya. (Maman Suharman)