Tanggul Cisunggalah Jebol, Dadang Langsung Bangun TPT

Tanggul Cisunggalah Jebol, Dadang Langsung Bangun TPT
istimewa



INILAH, Bandung - Bupati Bandung Dadang Supriatna menetapkan status tanggap darurat atas kejadian kembali jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah di Desa Panyadap Kecamatan Solokanjeruk, Jumat (11/6/2021) malam lalu. Status tanggap darurat berlaku selama 4 hari ke depan dan dimulai pada Senin 14 Juni.

"Ini kejadian kedua kalinya di Desa Penyadap Kecamatan Solokanjeruk. Untuk itu kita naikkan status siaga darurat menjadi tanggap darurat. Saya bersama Kalak BPBD dan Kepala DPUTR akan segera mengambil langkah," kata Dadang, Minggu (13/6/2021).

Berdasarkan pantauan lapangan pada 3 Juni lalu, kata Dadang, dia dan jajarannya telah merencanakan untuk menggunakan biaya tak terduga (BTT) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).


"Kami akan menggunakan BTT pascakejadian. Ini harus secepatnya, karena masyarakat perlu untuk penyelamatan selanjutnya," ujarnya.

Dikatakan Dadang, pengerjaan yang akan segera dilakukan adalah membangun fondasi tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 105 meter, dari yang awalnya hanya 20 meter. Usai TPT rampung akan dibuat tanggul penyangga di belakang TPT. Hal itu dilakukan untuk memperkuat posisi TPT agar tidak jebol kembali.

"Saya langsung bawa plang dan langsung dikerjakan. Di sini kita menggunakan tenaga kerja yang banyak, Insyaallah paling lama dua minggu bisa selesai," katanya.

Selain merusak sekitar 159 unit rumah, lanjut Dadang, banjir Cisunggalah juga berdampak pada lahan pertanian di sekitarnya. Sekitar 15 hektar sawah yang baru ditanam, terendam banjir.

"BPBD tengah melakukan asesmen, karena ada sawah yang baru ditanam terdampak. Kemudian ada 159 rumah yang rusak, kita akan lihat kondisinya sehingga bisa ada perbaikan dan penggantian. Walaupun tidak seberapa minimal ada perhatian," ujarnya.
 
Langkah selanjutnya, Dadang juga akan meminta kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, untuk terus melakukan perencanaan dan realisasi kegiatan. BBWS memang tidak memiliki anggaran tanggap darurat, namun punya anggaran perbaikan.

"Yang saya tahu seperti itu, BBWS ada anggaran 15 miliar untuk perbaikan tanggul Cisunggalah. Cuma kemarin tendernya tidak atau belum bisa dilaksanakan karena ada hambatan dari sebagian warga yang masih bertahan di sini," katanya.

Dadang juga  meminta kepada pemerintah Desa Panyadap, untuk melakukan sosialisasi intensif kepada warganya.
 
"Ini kan demi kepentingan semuanya, bukan untuk individu. Hilangkan ego sektoral, kita kedepankan kepentingan umum," ujarnya. (Dani R Nugraha)