Kasus Covid-19 Garut Bertambah Lagi 240 Orang

Kasus Covid-19 Garut Bertambah Lagi 240 Orang



INILAH, Garut – Tak hanya angka kematian, kasus positif harian Covid-19 di Kabupaten Garut juga terus meruyak. Kini bertambah 240 orang.

Akumulasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 melonjak lagi menjadi sebanyak 12.342 orang karena ada penambahan volume harian pasien terpapar Covid-19 sebanyak 240 orang. Mereka terdiri 152 perempuan dan 88 laki-laki berusia antara satu hari sampai 83 tahun. Mereka berasal dari 31 kecamatan.

Koordinator Komunikasi Publik/Humas Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Garut, Muksin mengatakan, terdapat pula laporan adanya penambahan sebanyak 279 pasien positif Covid-19 selesai pemantauan. Sehingga akumulasi pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19 menjadi sebanyak 9.372 orang, atau sekitar 75,9 persen. 


“Sebanyak 538 pasien positif Covid-19 masih dalam isolasi perawatan, dan sebanyak 1.879 pasien positif isolasi mandiri," ujar Muksin.

Dia menyebutkan, penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut saat ini didominasi klaster keluarga. Karenanya, dia mengingatkan, untuk menekan penyebaran Covid-19 maka masyarakat agar senantiasa meningkatkan disiplin penerapan protokol kesehatan dalam keseharian di mana pun dan kapan pun berada. Termasuk di dalam lingkungan rumah atau keluarga sendiri. Dengan cara membiasakan memakai masker secara benar, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Juga, selalu menjaga imunitas tubuh dengan mengonsumsi asupan bergizi, berolahraga teratur, berisitirahat cukup, dan tidak stress.

Berkaitan kian meningkatnya warga terpapar Covid-19 dan meninggal dunia akibat Covid-19, sebelumnya Wabup Garut Helmi Budiman meminta masyarakat tidak mengucilkan keluarga pasien meninggal dunia, bahkan semestinya memberikan dukungan terhadap keluarga ditinggalkan. Meskipun hal itu dilakukan secara daring, atau melalui telepon, dan menjaga jarak. 

"Saya memohon seluruh warga masyarakat ketika menjumpai ada yang meninggal, tolong berikan support walaupun melalui online, telepon, ataupun media-media lain. Kita do'akan dan tidak untuk dikucilkan. Tidak untuk ditinggalkan. Tetap mereka diberi support, walaupun dengan menjaga jarak !" kata Helmi. (zainul mukhtar)