Hentikan Penularan Covid 19 dengan Mematuhi Prokes

Hentikan Penularan Covid 19 dengan Mematuhi Prokes
Dokumentasi (reza zurifwan)



INILAH, Bogor - Untuk mengantisipasi lonjakan kasus penyebaran wabah virus corona atau Covid-19, perlu dilakukan pendekatan secara pentahelix, yaitu melibatkan unsur pemerintah, akademisi, swasta, komunitas, masyarakat, dan media.

Satgas Penanganan  Covid-19  harus menekankan prinsip 3K (komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi) dengan pemerintah dan satuan tugas penanganan Covid-19 di daerah serta pemangku kepentingan.

Demi menekan laju peningkatan penyebaran Covid 19, pemerintah juga akan kembali meningkatkan operasi yustisi untuk mengawasi penegakan protokol kesehatan dan pembatasan mobilitas masyarakat.


Lalu jumlah testing dan tracing juga akan terus ditingkatkan serta mengoptimalkan peran pos komando (posko) desa/kelurahan untuk memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro.

Wali Kota Depok Mohammad Idris menyampaikan di wilayahnya telah dibuat sejumlah peraturan untuk menangani Covid-19. Ada 13 peraturan wali kota, 43 surat keputusan, 8 surat edaran, dan 4 instruksi wali kota.

“Pemkot Depok juga membentuk Kampung Siaga berbasis RW yang kita beri stimulus dana Rp3 juta supaya mereka bergerak mencegah penularan Covid-19 di hulu,” terang Idris dalam Dialog Produktif KPCPEN, Jumat (18/6).

Pemkot Depok sambungnya, juga sudah menstimulasi tingkat kecamatan dan lurah untuk menangani Covid-19. Selain itu, kerja sama dengan TNI/Polri juga efektif dalam menekan mobilitas warga di tingkat kelurahan.

Pendekatan masyarakat pun dilakukan dengan cara-cara persuasif dengan menempatkan masyarakat sebagai subjeknya. “Pembimbing rohani di masa Covid-19 ini kami minta menggerakkan masyarakat dengan cara menyisipkan pesan protokol kesehatan dalam ceramah agama,” sambungnya.

Kendati begitu, diakui oleh Muhammad  Idris, kesadaran warga Depok masih rendah dan perlu terus diingatkan agar tidak lalai menjalankan protokol kesehatan. “Apalagi RT-RT yang masuk zona hijau karena tidak ada kasus, mereka pun merasa aman,” tutur Idris.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Sonny B Harmadi memaparkan seperti diketahui bersama, lonjakan kasus penyebaran Covid-19 saat ini terjadi karena adanya libur panjang yang diikuti laju perjalanan penduduk yang masif.

"Ketika mobilitas naik, kepatuhan protokol kesehatannya turun. Inilah yang menjadi pemicu utama meningkatnya kasus. Kita sebenarnya pernah berhasil menurunkan kasus pada Februari 2021, di mana dari 176.500 lebih menjadi 87,662 kasus aktif karena kepatuhan protokol kesehatan naik dan mobilitas penduduk turun,” papar Sonny.

Ia menambahkan  Satgas Penanganan Covid 19 saat ini mempertimbangkan agar tidak lagi ada libur panjang. Selain itu mereka tengah mendorong kepatuhan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya kluster kantor.

“Harus ada upaya keras kita bersama agar tidak terjadi kerumunan. Memakai masker jadi kewajiban. Kemudian ada pembatasan mobilitas dan aktivitas. Karenanya, di zona merah, bekerja di kantor itu dibatasi hanya sampai 25%,” tambahnya.

Dari sisi tenaga kesehatan, dokter influencer dr. Tirta Mandira Hudhi menyarankan agar pemerintah mempersiapkan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

“Jadi edukasi bukan dari dokter lagi tapi dari kader-kader kesehatan di posyandu-posyandu. Kader-kader ini harus kita tingkatkan untuk mengedukasi kesadaran masyarakat mengenai penyakit menular seperti Covid-19 ini,” ungkap dr. Tirta.

Klarifikasi hoaks terkait penanganan Covid-19 dan vaksinasi Covid-19, menurutnya harus dipercepat lagi. “Kebanyakan yang mengklarifikasi biasanya teman-teman tenaga kesehatan juga. Saat ini sedang kita usulkan agar hoaks-hoaks ini bisa diklarifikasi dengan segera,” tambahnya.

Dokter Tirta juga mengimbau masyarakat jangan lengah. Meski sudah divaksinasi, tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes) Covid 19. “Jadi kami mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari perjalanan, apalagi bulan depan juga akan ada momen Idul Adha. Jadi kita fokus mencegah agar peningkatan ini tidak terulang kembali di bulan depan,” pungkas dr Tirta. (reza zurifwan)