Feel Koplo Bangga Diadili di DCDC Pengadilan Musik

Feel Koplo Bangga Diadili di DCDC Pengadilan Musik



INILAH, Bandung - Djarum Coklat Dot Com (DCDC) Pengadilan Musik virtual kembali digelar. Kali ini, giliran Feel Koplo menjadi terdakwa.

 

Digelar di Kantin Nasion The Panas Dalam, Jalan Ambon, Kota Bandung, Jumat (18/6/2021) malam, Maulfi Ikhsan dan Tendi Ahmad yang merupakan personel Feel Koplo duduk di kursi pesakitan. Keduanya diminta pertanggung jawaban atas keluarnya mini album berjudul "A Culture A 6" yang telah dirilis pada Maret 2021 lalu. 


 

Terlebih, mini album perdananya itu berisikan enam lagu. Masing-masing tiga lagu orisinil dan tiga lagu remix dari band-band ternama seperti The Panturas, Closehead dan Rocket Rockers. 

 

Mereka diuji oleh Budi Dalton dan Pidi Baiq sebagai Jaksa Penuntut dalam persidangan yang dipimpin Man Jassad selaku Hakim. Keduanya mendapatkan pembelaan dari Yoga PHB dan Ruly Cikapundung. Jalannya sidang diatur Eddi Brokoli sebagai Panitera. 

Dua Jaksa Penuntut, baik oleh Budi Dalton maupun Pidi Baiq langsung membuat suasana persidangan lebih menghibur. Pasalnya keduanya melontarkan pertanyaan dengan candaan. 

 

Dua terdakwa pun seakan terlepas dari rasa gugupnya duduk di kursi pesakitan. Ditambah lagi candaan dari dua pembelanya Yoga PHB dan Ruly Cikapundung. 

 

Maulfi Ikhsan akui ketegangannya dalam menjalani DCDC Pengadilan Musik virtual ini. Sebab ini merupakan kali pertama dialami meski Feel Koplo sudah terbentuk sejak 2018 lalu. 

 

"Setelah selesai, lega banget dan merasa bangga juga pada akhirnya. Karena memang dari dulu, setelah adanya Pengadilan Musik, ingin sekali diadili di sini dan akhirnya terjadi hari ini. Bangga sih intinya bisa sampai di sini," ungkap Ikhsan usai diadili.

 

Terkait mengenai mini album, Ikhsan akui sudah terjadi sejak 2019 lalu. Namun saat itu, Feel Koplo memiliki jadwal manggung yang cukup padat.

"Saat pandemi, kita menjadi banyak waktu untuk di rumah. Jadinya kita pergunakan masa pandemi ini untuk berkarya," tuturnya. 

 

Sementara itu, Tendi Ahmad menambahkan bahwa tujuan mini album ini dilakukan hanya untuk permulaan. Alhasil, dari enam lagu yang dirilis, tiga di antaranya masih merupakan lagu orang lain. 

 

"Feel Koplo itu identiknya dengan remix. Mungkin kalau misalkan full lagu sendiri, penggemar kita akan kaget atau apa. Kita juga tidak mau ngilangin identitas kita. Jadi kayaknya, sampai kapanpun juga ada mix antara lagu sendiri dan remix," bebernya. 

 

Disisi lain, Project Officer Atap Promotion, Galuh Putri mengaku sudah mempersiapkan terdakwa lainnya untuk hadir di DCDC Pengadilan Musik bulan depan. 

 

"Tapi untuk terdakwanya siapa, itu masih dirahasiakan," kata Galuh Putri. 

 

Putri memastikan terdakwa untuk edisi selanjutnya memiliki karya terbaru. Tentunya yang bisa menginspirasi Coklat Friend dan para penonton lainnya.

 

"Kalau format, sejauh ini masih virtual karena masih beradaptasi mengikuti peraturan dan juga keadaan yang ada di Indonesia saat ini. Tapi sebisa mungkin kita akan terus beraktivitas dan juga berkarya agar teman-teman musisi ataupun vendor lainnya bisa beraktivitas," tegasnya.(Muhammad Ginanjar)