Positif Covid-19 Garut Tembus 14.169 

Positif Covid-19 Garut Tembus 14.169 
istimewa



INILAH, Garut-Kasus Covid-19 di Kabupaten Garut kian mengerikan. Hanya dalam hitungan hari, penyakit disebabkan virus Sars-Cov2 itu menulari ribuan orang dari berbagai kalangan dan usia di berbagai tempat, dan puluhan lainnya meninggal dunia. 

Situasi di rumah sakit rujukan pasien Covid-19, terutama RSU dr Slamet Garut, pun menegangkan. Kendaraan ambulan setiap hari bolak balik membawa pasien terkonfirmasi positif Covid-19 untuk dirawat di ruang isolasi maupun mengantarkan pasien meninggal dunia akibat Covid-19 ke kampung halamannya untuk dilakukan pengurusan jenazah. 

Rumah-rumah sakit rujukan perawatan pasien Covid-19 pun dipenuhi pasien positif Covid-19 yang jumlahnya terus bertambah. 


"Waktu kemarin saya menemani ibu saya yang sakit di IGD (Instalasi Gawat Darurat) RSU dr Slamet Garut menunggu dibawa ke ruangan rawat inap, yang saya tahu selama menunggu itu sudah ada tiga pasien positif Covid-19 meninggal dunia. Mereka dibawa dengan peti oleh petugas berpakaian APD (alat pelindung diri) lengkap," kata Sri Intan Kamil (37) warga Tarogong Kidul, Sabtu (19/6/2021).

Senada dikemukakan salah seorang pasien di RSU dr Slamet Garut, Indri (39) asal Pataruman Tarogong Kidul. 

"Setiap hari ada saja berita kematian akibat Covid-19. Mengerikan. Hari ini saja, di WA grup, saya terima kabar ada empat orang meninggal dunia akibat Covid-19. Dua di antaranya dokter. Pagi tadi juga saya lihat ada pasien Covid-19 meninggal. Jenazahnya dibawa petugas berpakaian APD dengan peti mati. Persisnya berapa orang yang meninggal, saya enggak tahu," ujarnya.

Dia berharap pandemi Covid-19 segera berakhir agar tak ada lagi orang jatuh sakit dan meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Aktivitas masyarakat pun bisa kembali normal. 

"Kalaupun enggak tahu kapan (pandemi) berakhir, semoga ada jalan keluar terbaik agar aktivitas kita tak banyak terganggu oleh bermacam kekhawatiran. Prokes memang jadi keharusan saat ini. Tapi mereka yang berwenang juga jangan hanya menyalahkan masyarakat kalau kasus Covid-19 masih terus meningkat. Bagaimana mungkin bisa disuruh diam dan serba dibatasi, sementara penghidupannya tak ada yang menjamin," kata ibu empat anak itu.

Hingga 18 Juni 2021, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut mencatat, akumulasi warga terpapar Covid-19 di Garut menembus angka 14.169 orang, dan sebanyak 607 orang atau 610 orang di antaranya meninggal dunia. 

Kenaikan jumlah pasien positif mencapai sebanyak 14.169 orang itu terjadi karena ada penambahan temuan sebanyak 386 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dari 36 kecamatan pada Jum'at (18/6/2021). 

Jumlah mereka yang meninggal dunia akibat Covid-19 meningkat menjadi sebanyak 607 orang atau 610 orang (dengan tiga pasien tanpa ada kejelasan nomor dan identitas) karena ada penambahan pasien positif Covid-19 meninggal dunia sebanyak sembilan orang. Mereka terdiri empat perempuan dan lima laki-laki berusia antara 48 tahun sampai 76 tahun dari tujuh kecamatan. 

Sedangkan pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19 bertambah sebanyak 35 orang. Sehingga akumulasi pasien sembuh dari Covid-19 menjadi sebanyak 9.738 orang, atau 68,7 persen. Persentase kesembuhan dari Covid-19 tersebut melorot tajam dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 70,3 persen. 

Koordinator Komunikasi Publik/Humas Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Garut Muksin menyebutkan, jumlah pasien positif Covid-19 dalam isolasi perawatan rumah sakit saat ini mencapai sebanyak 547 orang, dan yang isolasi mandiri sebanyak 3.274 orang.(zainulmukhtar)