Sejarah Baru Jerman, dari Bunuh Diri ke Bunuh Diri

Sejarah Baru Jerman, dari Bunuh Diri ke Bunuh Diri



INILAH, Munchen – Sejarah demi sejarah tertoreh di ajang Euro 2020. Jerman pun tak ketinggalan menciptakannya. Sejarah apa?

Sejarah gol bunuh diri. Jerman adalah tim pertama yang kalah karena gol bunuh diri, tapi langsung membalasnya dengan bantuan gol bunuh diri pula.

Pasukan Joachim Low ini kalah pada laga pembuka mereka di ajang Euro 2020 menghadapi Prancis. Di hadapan publik sendiri, mereka menyerah 0-1 melalui gol bunuh diri Matt Hummels.


Mereka juga melakukan start yang mengkhawatirkan pada laga kedua menghadapi Portugal. Cristiano Ronaldo membawa Portugal unggul hanya setelah 15 menit, melalui serangan balik yang mengesankan.

Jerman terus melanjutkan tekanan. Perjuangan mereka membuahkan hasil setelah bek Manchester City, Ruben Diaz, yang berniat menghalangi Kai Havertz, justru memasukkan bola ke gawang Portugal sendiri.

Gol tersebut membuat Jerman menjadi tim pertama dalam sejarah Euro yang mencetak gol bunuh diri dan mendapat manfaat dari gol bunuh diri lain dalam pertandingan berikutnya.

Menambah uniknya, Jerman tak hanya mendapatkan keuntungan satu gol bunuh diri, melainkan dua sekaligus. Raphael Guerrero kembali menjebol gawang sendiri, membuat Jerman berbalik unggul.

Bermain di hadapan penonton sendiri, Jerman kemudian menghukum Portugal dengan melesakkan dua gol lainnya. Keduanya dijaringkan Robin Gosens dan Kai Havertz.

Sebelumnya, bek veteran Jerman, Matt Hummels, mengungkapkan bahwa putranya yang masih berusia tiga tahun, merayakan gol bunuh diri yang dia lakukan saat menghadapi Prancis.

Bek Borussia Dortmund itu membelokkan bola yang tak bisa dijangkau kiper Manuel Neuer untuk memberi juara Piala Dunia itu memetik keunggulan.

Matt Hummels tentu saja membuat fans Jerman kecewa. Tapi, putranya ternyata justru menikmatinya.

“Syukurnya, dia tak tahu apa itu gol bunuh diri. Dia pikir setiap bola yang masuk ke gawang itu selalu benar,” kata Hummels.

Matt Hummels sendiri baru mengetahui putranya merayakan gol itu belakangan. “Saya mungkin harus mengajarkannya soal itu,” katanya.