Pasar Darurat Leles Terbakar, Pedagang Kian Merana

Pasar Darurat Leles Terbakar, Pedagang Kian Merana
Foto: Zainulmukhtar



INILAH, Garut- Warga dikejutkan dengan terbakarnya pasar darurat Pasar Leles, Minggu (20/6/2021) malam WIB. 

Diperkirakan terdapat sekitar 412 bangunan kios dan 60 lapak pedagang di pasar darurat berlokasi di alun alun Kecamatan Leles itu ludes akibat kejadian tersebut. 

Tak dilaporkan ada korban jiwa maupun luka. 


Pedagang maupun warga kesulitan memadamkan api yang meluluhlantakkan bangunan pasar darurat tersebut. Bangunan-bangunan kios berbahan baku material kayu dan lainnya yang mudah terbakar serta keberadaannya yang nyaris berdempetan membuat api begitu cepat membesar dan merambat. 
Belum diketahui sumber api penyebab kebakaran tersebut maupun jumlah kerugian para pedagang akibat peristiwa tersebut.

"Sementara penyebab kebakaran belum bisa dipastikan," kata Kepala Bidang Pasar pada Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag-ESDM) Kabupaten Garut Asep Mulyana. 

Kebakaran melanda pasar darurat Pasar Leles tersebut tak pelak merupakan pukulan berat bagi warga pedagang di tengah penantian panjang mereka akan menempati lokasi permanen Pasar Leles yang proses revitalisasinya hingga kini tak kunjung usai. Ditambah saat ini, aktivitas perekonomian sedang lesu akibat pandemi Covid-19. 

Pasar darurat dibangun tepat di lokasi alun alun Kecamatan Leles untuk menampung para pedagang karena Pasar Leles tempat mereka berdagang akan direvitalisasi pada 2018 dengan total biaya sekitar Rp30 miliar. 

Ironisnya, persis setahun menjelang proses revitalisasi, tepatnya pada 11 September 2017, kios-kios bangunan di pasar lama itu dilanda kebakaran hebat yang menyebabkan para pedagang tak ada pilihan selain segera berpindah ke lokasi darurat.

Ada sekitar 171 unit bangunan kios, dan empat lapak pedagang hangus dengan total kerugian mencapai sekitar Rp2,6 miliar akibat kebakaran tersebut.

Akan tetapi sejak para pedagang menempati pasar darurat di alun alun Kecamatan Leles hingga kini, tak ada kepastian kapan mereka bisa kembali menempati pasar lama Pasar Leles dengan bangunan gedung barunya. Pasalnya, alih-alih cepat rampung, kegiatan revitalisasi pasar tersebut terkatung-katung bahkan tersandung kasus hukum yang kini masih dalam proses.(zainulmukhtar)