PPKM Mikro Hingga Istighosah, Menekan Wabah di Zona Merah

PPKM Mikro Hingga Istighosah, Menekan Wabah di Zona Merah



MAN JADDA WAJADDA, Barang siapa bersungguh-sungguh, dia pasti berhasil. Semangat itulah yang terus dibangun Bupati Bandung, Dadang Supriatna dalam menangani wabah Covid-19 di daerahnya yang kini berada di zona merah.

Beragam langkah disiapkan Pemkab Bandung dalam memutus sebaran wabah yang kian hari terus membuat panik dan gundah. Tak hanya kebijakan pembatasan pergerakan warga di setiap wilayah, Kang DS juga terus menambah kapasitas tempat tidur hingga seruan istighosah dari rumah.

Menurut Dadang, secara syariat, Pemkab bersama jajaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Kabupaten Bandung, telah melakukan berbagai upaya semaksimal mungkin untuk menekan angka penyebaran wabah. Namun pada hakikatnya, keberhasilan penanganan suatu masalah datang dari Sang Pencipta alam semesta.


"Kita akan meminta kepada Allah Subhanahu Wa Taala. Kita sudah ikhtiar, syariat sudah dilakukan mulai dari Pak Presiden sampai tingkat RT, bahkan masyarakat relawan pun sudah bergerak. Tetapi kita tidak boleh berpaling dari Allah, Dia lah yang memberikan ujian ini. Mari bersama-sama meminta kepada Allah, agar segala kesulitan akibat pandemi ini segera dicabut, Aamiin Yaa Rabbal Alamiin,” ungkap Kang DS saat mengajak seluruh warganya menggelar istighosah dari rumah pada Kamis malam, (17/6) lalu.

Tak hanya imbauan bagi warganya, bertempat di rumah dinasnya, Kamis malam tersebut Dadang Supriatna juga secara khusus menggelar istighosah yang dapat diikuti masyarakat melalui virtual.

Hal itu tak lain merupakan bentuk kepasraham atas berbagai ikhtiar yang telah dilakukan yakni dengan mengeluarkan kebijakan PPKM Mikro hingga penambahan tempat tidur di rumah sakit.

Sebagai langkah cepat, Pemkab Bandung memang tengah mempersiapkan sebanyak 234 bed (tempat tidur) di RSUD Oto Iskandar Di Nata (Otista). Penyediaan bed itu diperuntukkan bagi pasien rawat isolasi covid-19 kategori hijau dan kuning, atau dengan gejala ringan hingga sedang.

“Tadi perlengkapannya sudah dihitung, dan siap 234 bed. Pasien yang sedang isolasi di BLK (Balai Latihan Kerja) Manggahang Baleendah juga akan kita tarik, supaya fokus dalam pelayanan atau satu titik,” kata Kang DS di sela peninjauannya ke RSUD Otista di kawasan Gading Tutuka Soreang, Senin (21/6)

Untuk tenaga medis, tenaga penunjang, makanan dan perlengkapan, akan disiapkan pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Bupati mengatakan, dibutuhkan sekitar 224 personil khusus untuk perawatan pasien covid-19.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bandung Grace Mediana Purnami memaparkan, kasus positif untuk saat ini mencapai kurang lebih 1.800 orang. Baik yang tengah dirawat, maupun yang melakukan isolasi mandiri.

Namun demikian tingkat kesembuhan pasien terpapar di Kabupaten Bandung cukup tinggi, yaitu hampir mencapai 90%, atau memenuhi kriteria dari World Helath Organization (WHO) yakni diatas 80%.

Penanganan pandemi, lanjut Grace, harus dilakukan dari hulu ke hilir. Dari hulu adalah, bagaimana upaya agar kasus covid terkendali. Sedangkan hilir, sebagai dampak dari hulu, yaitu penanganan akhir kasus.

“Saat ini terjadi ketidakseimbangan jumlah tenaga kesehatan dengan ketersediaan tempat tidur. Sehingga banyak keluhan, pasien tidak dapat dilayani. Jumlah kasus positif saat ini paling banyak melakukan isoman, kurang labih 1200 sampai 1300 orang,” katanya.

Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkatketerisian bed di Kabupaten Bandung, lanjut Grace, sudah cukup tinggi. Terutama pasien kategori merah, yang memerlukan penanganan khusus, sudah penuh atau mencapai 100%. Sedangkan bed untuk pasien kategori kuning dan hijau tersisa sedikit, yaitu terisi di kisaran 95%.

“Meskipun fasilitas di RSUD Otista belum lengkap, namun untuk recovery pasien yang hampir sembuh, bisa dilakukan disini. Sudah siap 234 bed, hanya harus diiringi dengan jumlah SDM nya. Tapi untuk pasien kategori merah, ruangannya harus betul-betul bebas, atau menggunakan alat filter tekanan negative, betul-betul sirkulasinya bagus, tersedia alat bantu napas atau ventilator juga. Di Otista belum tersedia,” katanya.

Jumlah nakes yang terpapar saat ini sekitar 225 orang, di mana sebanyak 85 nakes RSUD dan 130 nakes yang tersebar di 62 puskesmas. Pihaknya belum menerima laporan jumlah nakes terpapar dari rumah sakit swasta.(rd dani r nugraha)