KAI Bagikan 50.000 Gelas Kopi ke Penumpang KA

KAI Bagikan 50.000 Gelas Kopi ke Penumpang KA
INILAH, Bandung - PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali menggelar Ngopi Bareng KAI. Pada jilid ke-3 ini, festival Ngopi Bareng KAI digelar di 17 stasiun dan 36 nama KA yang tersebar di 15 kota.
 
"Selama dua hari Senin-Selasa (11-12/3/2019), secara keseluruhan KAI membagikan sebanyak 50.000 gelas kepada para penumpang KA," kata Manager Humas Daop 2 Bandung Joni Martinus, Senin (11/3/2019).
 
Khusus di Stasiun Bandung, pihaknya akan membagikan sebanyak 7.500 gelas. Tak hanya di stasiun, pembagian minuman secara cuma-cuma ini pun dilakukan di dalam gerbong kereta.
 
"Di Bandung ini, ada 7 KA yang kita berikan kopi ke penumpang di dalam kereta. Antara lain, KA Argo Parahyangan, Ciremai, Turangga dsb," ujarnya.
 
Joni mengaku, dalam gelaran tersebut pihaknya menggandeng sejumlah barista yang berada di 30 tenda tenan. Selama dua hari itu, calon penumpang juga bisa mendapatkan secara gratis. Caranya, hanya dengan menunjukkan unduhan aplikasi KAI Access di ponselnya.
 
"Secara umum, acara Ngopi Bareng KAI ini untuk mendukung perekonomian para produsen kopi dan mengembangkan potensi wisata kopi," ujarnya.
 
Sementara itu, Direktur Komersial KAI Dody Budiawan menyebutkan festival digelar serentak selama dua hari di 17 stasiun. Yakni, Stasiun LRT Bumi Sriwijaya, Palembang, Gambir, Pasar Senen, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Malang, Jember, Medan, Padang, dan Tanjung Karang. 
 
Untuk menyuguhkan kopi gratis di stasiun dan kereta api, KAI bekerja sama dengan Komunitas Kopi Nusantara yang merangkul 200 barista lokal profesional yang akan meramu dan menyuguhkan kopi gratis kepada para pecinta kopi di stasiun dan di kereta api jarak jauh dan menengah.
 
Dody mengatakan, Ngopi Bareng KAI ini merupakan wujud dukungan KAI untuk memperkenalkan kopi lokal Indonesia. 
 
"Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan edukasi serta wawasan seputar kopi di Nusantara sehingga mampu meningkatkan daya saing kopi asli Indonesia di masyarakat luas," ujarnya.