Kena Refocusing, Bogor Hanya Sanggup Bangun Dua Jembatan

Kena Refocusing, Bogor Hanya Sanggup Bangun Dua Jembatan



INILAH, Megamendung - Terkena refocusing atau pergeseran anggaran, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Bogor pada Tahun 2021 ini hanya bisa membangun dua jembatan saja. Padahal, target awalnya delapan jembatan.

"Anggaran DPU-PR khusus pembangunan jembatan tergeser atau berkurang dari sekitar Rp30 miliar menjadi Rp10 miliar. Karena itu, kami tahun ini hanya bisa membangun dua jembatan saja," kata Kepala DPU-PR Kabupaten Bogor R Soebiantoro usai ikut meresmikan Jembatan Nusa Dua di Desa Cipayung, Megamendung kepada wartawan, Rabu (23/6/2021).

Mantan Kepala Dinas Perhubungan ini menerangkan dua jembatan yang tahun ini dibangun jajarannya, berlokasi di Kecamatan Sukajaya. Kedua jembatan tersebut mengalami kerusakan karena terkena bencana alam banjir bandang pada awal 2020 lalu.


"Dua jembatan yang kami bangun tahun ini merupakan program pemulihan pasca bencana alam banjir bandang awal 2020 lalu. Besar anggaran proyek pembangunannya Rp10 miliar," terangnya.

Ditemui di tempat yang sama, Bupati Bogor Ade Yasin yang meresmikan jembatan senilai Rp3,3 miliar menuturkan dari banyak satuan kerja perangkat daerah (SKPD), anggaran DPU-PR paling banyak tergeser.

"Dari Rp1 triliun, kami geser anggarannya menjadi Rp600 miliarsaja. Hal itu untuk penanganan wabah virus corona (Covid 19) dan program satu miliar satu desa (Sami Sade)," tutur Ade.

Wanita berusia 52 tahun ini menjelaskan walaupun ada pergeseran atau refocusing, pihaknya akan mencari solusi agar pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, tanggul penahan tanah hingga pengairan bisa tetap terlaksana.

"Untuk solusi kekurangan anggaran pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, tanggul penahan tanah hingga pengairan kami sudah ajukan proposal permohonan bantuan ke Pemprov Jawa Barat dan pemerintah pusat. Semoga upaya ini dikabulkan demi percepatan pembangunan di Bumi Tegar Beriman," jelasnya. (reza zurifwan)