DPRD Kota Bandung Minta Masyarakat Perketat Prokes

DPRD Kota Bandung Minta Masyarakat Perketat Prokes
net



INILAH, Bandung – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung Tedy Rusmawan meminta kepada masyarakat untuk memperketat pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes), seiring dengan melonjaknya kasus terpapar pandemi Covid-19. Kala meninjau Rumah Sakit Darurat Secapa AD dan UPT Pelayanan Keselamatan Terpadu, Selasa lalu.

Sebab, dari hasil peninjauan yang dilakukan terjadi lonjakan seiring keterisian tempat tidur meningkat. Dari kapasitas 180 tempat tidur, Rumah Sakit Covid-19 Darurat Secapa AD kini sudah terisi 122 pasien. Belum lagi kabarnya akan masuk 46 pasien baru di tempat tersebut.

“Kondisinya seakan mengarah ke zona merah. Butuh bantuan dari masyarakat supaya Prokes betul-betul dijaga. Jika tidak ada kegiatan urgent, lebih baik di rumah saja,” ujarnya.


Belum lagi di UPT Pelayanan Keselamatan Terpadu Kota Bandung, dimana terus ada panggilan darurat melalui layanan telepon 119 akibat merebaknya pandemi. Dia pun berencana akan mengusulkan tambahan jumlah tenaga kesehatan (Nakes), guna menanggulangi kekurangan orang dalam penanganan kesehatan.

“Di 119 ini terdapat peningkatan permintaan layanan di tengah kondisi pandemi. Kami di dewan akan mengusulkan penambahan SDM 119 supaya jangkauan pelayanan makin terfasilitasi. Warga dimohon kesadarannya. Layanan 119 ini akan terus memberikan arahan, dengan mengurangi kebergantungan pada rumah sakit. Jadi, jika memang bisa ditangani di rumah oleh 119, tak perlu ke rumah sakit,” ucapnya.

Guna mengantisipasi lonjakan pasien yang terpapar Covid-19, Tedy mengaku pihaknya bersama pemerintah akan berupaya melakukan penambahan ruang isolasi. Sebab titik-titik tempat isolasi yang sudah disiapkan sejauh ini, rata-rata hampir penuh pasien.

“Beberapa sudah menyiapkan. Ada rumah dinas camat Gedebage yang dijadikan ruang isolasi mandiri. Ada juga bantuan swasta. Ini harus terus diupayakan. Semua sedang berjuang. Hindari hoaks. Bangun kesadaran adanya Covid-19 dan jangan panik,” tutupnya. (Yuliantono)