BUMN Bidik Laba Rp225 Triliun

BUMN Bidik Laba Rp225 Triliun

INILAH, Bandung - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memasang target realistis. Untuk seluruh BUMN, pencapaian laba pada 2019 ditargetkan sebesar Rp225 triliun.

“Dengan semangat one nation, one vision, dan one family to excellence, kinerja seluruh BUMN tahun lalu mencatat total laba Rp200 triliun. Tahun 2019 ini, kita dorong pencapaian target laba mencapai Rp225 triliun,” kata Rini saat BUMN Great Leaders Camp pada Forum Human Capital Indonesia (FHCI) di Sespim Lemdiklat Polri, Lembang, Senin (11/3/2019).

Menurutnya, BUMN memiliki potensi dan kekuatan sangat besar. Selama empat tahun terakhir, kondisi BUMN diyakini semakin kuat dan kokoh. Ini seiring kinerja yang terus bertumbuh sebagaimana laporan kinerja BUMN sepanjang 2018. 

Hingga akhir 2018, total aset BUMN menembus angka Rp8.092 triliun. Capaian ini meningkat signifikan dari 2015 lalu yang terhitung sebesar Rp5.760 triliun. Seiring dengna itu, total laba pun terus bertumbuh mencapai Rp188 triliun dari sebelumnya Rp150 triliun pada 2015. 

Selain itu, kontribusi BUMN terhadap APBN pun melonjak menjadi Rp422 triliun. Realisasi ini naik Rp119 triliun jika dibandingkan 2015 yang tercatat Rp303 triliun. Besarnya kontribusi BUMN dalam pembangunan infrastruktur terlihat dari capex BUMN yang meningkat sepanjang 2018 yakni Rp487 triliun. Angka ini meningkat dari sebelumnya Rp221 triliun pada 2015 dengan tetap didominasi sektor infrastruktur.

“Dalam kondisi sekarang, maka bagaimana kita bisa makin menciptakan sinergi antar BUMN. Bagaimana kita bisa menyelesaikan pekerjaan rumah yang belum selesai. Terutama sesuai arahan Pak Presiden (Joko Widodo), agar seluruh sektor BUMN menjadi holding,” ucapnya. 

Rini menjelaskan, perusahaan kontruksi harus mengutamakan membeli baja ke PT Krakatau Steel. Sedangkan, perjalanan dinas via udara seluruh BUMN selayaknya menggunakan layanan PT Garuda Indonesia.

Soliditas dan sinergitas antar-BUMN itu diakuinya harus dimulai dari puncak pimpinan tertinggi masing-masing perusahaan agar memberikan contoh untuk diikuti hingga pekerja di lapangan. BUMN yang bergerak dalam satu industri yang sama sekali pun harus mampu memahami semangat sebagai satu keluarga yang saling bahu membahu mencapai hasil yang lebih besar. 

Sementara itu,  Ketua FHCI Herdy Harman mengatakan pihaknya akan terus menginisiasi berbagai sinergi dan kerjasama antar-BUMN. Khususnya, di bidang human capital sesuai dengan hakikat kehadiran badan usaha tersebut. 

“BUMN memiliki hakikat sebagai rahmatan lil alamiin. Menjadi berkah bagi semua pihak, menjadi pemberi manfaat bagi bangsa dan rakyat Indonesia, sehingga kami di FHCI akan terus bergerak berkontribusi,” ucapnya. 

Direktur Human Capital PT Telkom itu menuturkan, sejumlah praktik tren global dan kajian Harvard Business Review memperkuat pernyataan tersebut. Perusahaan yang unggul saat ini tak semata untung secara bisnis. Namun, perusahaan itu menunjukkan kepedulian sosial dan komitmen kebangsaannya. 

Dia menegaskan, perusahaan global unggul selain memperoleh kinerja finansial yang baik juga turut berperan dalam memperkuat nasionalisme hingga masalah sosial. 

“Kami di PT Telkom sudah mempraktikkan dengan merekrut talenta muda yang tidak hanya pintar, tapi juga punya komitmen terhadap lingkungan dan sosial. Dan memang hasilnya jadi berbeda,” sebutnya. 

FHCI menilai, sinergi antar-BUMN sejauh ini sudah makin intens dilakukan. Terbaru yakni rekrutmen bersama yang membuka 11.000 lowongan yang dimulai Jumat (8/3/2019) lalu. Selain itu, kini ada aplikasi pembayaran nontunai LinkAja yang mempersatukan BUMN perbankan dan telekomunikasi. 

Dia menekankan, kolaborasi terutama di bidang human capital masih bisa terus dilakukan dalam cakupan human capital yang memang luas. Selain proses rekrutmen, cakupan tersebut antara lain terkait evp & employer branding, human capital analytic, reward & recognition, hingga corporate university. 

“Di bidang human capital, semuanya sejauh ini bisa dilakukan sinergi. Tinggal memantapkan manfaat dan efektivitas pelaksanaannya guna mendorong BUMN menjadi pemain global seraya mampu memperkuat ketahanan nasional ,” tambahnya. 

Sedangkan, Direktur Utama PT Telkom Alex J Sinaga mengatakan, pasal 33 UUD 1945 merupakan tonggak utama bagi BUMN dalam berkontribusi kepada masyarakat. Namun demikian, diperlukan definisi dan penjabaran yang lebih jelas dan fokus terutama dalam bentuk aturan perundang-undangan di bawahnya. 

“Spirit yang dimunculkan UUD 1945 harus selaras serta jelas arahannya saat dipraktikkan dalam UU dan Perpu di bawahnya,” tegasnya. 

BUMN Great Leader Camp menghadirkan 181 peserta. Rinciannya, 152 orang direktur utama, 4 wakil direktur utama, 25 eselon I dan II Kementerian BUMN, dan 4 pemimpin redaksi. Selama tiga hari, FHCI merancang berbagai kegiatan di dalam dan luar kelas yang menjalin interaksi dan kerjasama intensif di antara ratusan peserta tersebut.