Viral, Video Perawat di Garut Dipukul Saat Tangani Pasien Covid-19 

Viral, Video Perawat di Garut Dipukul Saat Tangani Pasien Covid-19 
istimewa



INILAH, Garut - Sebuah video CCTV menayangkan seorang perawat di Puskesmas Pameungpeuk dipukul sempat viral di jagat dunia maya. Padahal, si perawat itu hendak menangani pasien diduga positif Covid-19. 

Tak pelak, kecaman pun bermunculan dari sejumlah kalangan atas insiden tersebut. Termasuk dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Garut.

Mayoritas menilai perbuatan pelaku dinilai sangat tidak pantas. Terlebih dalam kondisi ketika prosedur penanganan pasien kasus Covid-19 di pusat-pusat pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut saat ini mesti menaati protokol kesehatan secara ketat. Termasuk di wilayah Kecamatan Pameungpeuk yang masuk zona merah berisiko tinggi terjadi penularan Covid-19.


Dari tayangan CCTV beredar, insiden pemukulan terhadap perawat itu terjadi di ruang instalasi gawat darurat (IGD) Puskesmas Pameungpeuk selatan Kabupaten Garut pada Rabu (23/5/2021) sekitar pukul 20.07 WIB. 

Pada video berdurasi sekitar 23 menit itu tampak seorang perawat berpakaian alat pelindung diri (APD) hazmat menuntun seorang pasien menuju tempat tidur. Tak berselang lama,  seseorang muncul diduga keluarga pasien dari belakang mendekati mereka diikuti dua orang lainnya. 

Dari tayangan, tampak dia sempat berbicara dengan perawat. Tak jelas apa yang mereka bicarakan. Namun tiba-tiba dia memukul bagian badan dan menampar bagian muka perawat. 

Kejadian lebih buruk dapat dicegah karena dua orang lainnya dengan cepat melerai dan membawa keluarga pasien menjauh dari ruangan tersebut.

Informasi diperoleh, orang yang melakukan pemukulan itu disebut-sebut merupakan anak dari pasien. Diduga dia kesal karena merasa penanganan terhadap ayahnya lamban kareha harus menunggu perawat mengenakan APD baju hazmat terlebih dahulu. Sebelum kemudian menangani pasien.

Atas kejadian menimpa perawat tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah PPNI Kabupaten Garut Karnoto menyesalkannnya. Dia menilai, tindakan pemukulan pada seorang perawat karena memakai APD baju hazmat yang sedang bertugas melakukan pertolongan pertama di puskesmas kategori zona merah pada pasien suspek Covid-19 adalah sebuah pelanggaran pidana dan bisa berujung penjara. Terlebih diketahui, pasiennya memang positif Covid-19.

"Kami meminta pihak berwajib setempat untuk mengusut tuntas kasus kekerasan tersebut dan berikan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan," ujarnya, Kamis (24/6/2021).

Karnoto menegaskan, pemakaian baju hazmat bagi petugas dalam menangani kasus Covid-19 merupakan prosedur standar pengamanan diri bagi perawat maupun tenaga kesehatan lainnya di tempat pelayanan kesehatan. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penularan terhadap mereka. Sehingga pelayanan tetap dapat dilakukan berkesinambungan. 

"Tolong hargai dan hormatilah para tenaga kesehatan di garda depan pelayanan yang sudah berkeluh kesah dan mengambil risiko tertular penyakit," ingatnya. (Zainulmukhtar)