306 Kader Bersih Sampah Kabupaten Bandung Siap Kelola Sampah

306 Kader Bersih Sampah Kabupaten Bandung Siap Kelola Sampah
istimewa



INILAH, Bandung - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung melakukan pembinaan terhadap 306 orang kader bersih sampah. Kader-kader itu dibentuk untuk bisa memberikan edukasi kepada masyarakat di lingkungannya masing-masing akan pentingnya pengelolaan sampah.

“Dengan adanya edukasi dari kader kepada masyarakat ini sangat mendukung pelaksanaan berbagai program penanganan sampah Pemkab Bandung. Tentunya ini bisa mewujudkan harapan masyarakat akan lingkungan yang sehat, lestari dan bebas dari sampah yang berserakan,” kata Bupati Bandung Dadang Supriatna di sela acara Launching Bandung Bedas Bersih Sampah (BBBS) di Jalan Lingkar Sadu Soreang, Kamis (24/6/2021).

Berdasarkan perhitungan, sampah yang dihasilkan masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung per hari sekitar 1.321 ton. Itu dengan asumsi per orang per hari menghasilkan sampah seberat 0,35 kg dikali jumlah penduduk sebanyak 3,6 juta.


“Ada sekitar 1.321 ton sampah per hari di Kabupaten Bandung, dan 62% sudah dilakukan penanganan. Dengan nanti hadirnya program dari Pak Gubernur yaitu Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPS) Legoknangka, tentu akan lebih mensterilkan dan membersihkan sampah di Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Bila TPPAS Legoknangka sudah bisa dioperasikan, lanjut Dadang, tentu dibutuhkan penambahan atau peremajaan armada truk pengangkutnya. Demikian juga dengan alat berat yang dimiliki DLH. Untuk itu ia akan berupaya melakukan penambahan unit truk pengangkut sampah dan alat berat, untuk mempercepat penanganan pengangkutan sampah.

Dadang juga menjelaskan, bahwa kader BBBS juga bertugas mensosialisasikan, memberikan pemahaman dan menyebarkan informasi terkait peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan pengelolaan sampah.

“Berdasarkan Perda kita, setiap warga yang membuang sampah sembarangan akan dikenakan sanksi denda maksimal Rp50 juta atau 6 bulan kurungan. Masyarakat harus diberikan pemahaman, nah, 306 orang kader ini juga akan memberikan pemahaman tentang peraturan perundang-undangan terkait pengelolaan sampah,” katanya.

Masalah pelestarian lingkungan, lanjut Dadang, bukanlah urusan kecil karena menyangkut masa depan generasi mendatang. Ketika seseorang itu tengah membersihkan sampah dan menanam pohon, maka orang tersebut sedang menanam doa.

“Menanam doa, harapan dan upaya kita semua. Agar kita dapat bersama-sama menikmati lingkungan yang lestari, dan akan memberikan kelangsungan hidup anak cucu kita kelak,” ujarnya. (Dani R Nugraha)