Peringati Harkonas 2019, BPKN Beri Kuliah Umum 11 PT di Bandung

Peringati Harkonas 2019, BPKN Beri Kuliah Umum 11 PT di Bandung
Ilustrasi

INILAH, Bandung - BPKN telah melakukan edukasi serentak ke 11 perguruan tinggi (PT) di Kota Bandung dalam bentuk kuliah umum dalam rangka Hari Konsumen Nasional.

Kuliah umum diikuti oleh sekitar 1.000 mahasiswa dan tercatat sebagai pemecah rekor MURI untuk jumlah peserta kuliah umum di Indonesia, termasuk yang diselenggarakan di Universitas Kebangsaan RI, Jl Halimun, Kota Bandung, Selasa (12/3/2019).

Pelaksanaan kuliah umum ini merupakan kerja sama antara BPKN dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten.

Perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam acara ini adalah Akademi Metrologi dan instrumentasi, Universitas Telkom, Institute Teknologi Nasional, Universitas Kristen Maranantha, Universitas Islam Bandung, IKIP Siliwangi.

Kemudian, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Widyatama, Universitas Katolik Parahiyangan, Universitas Kebangsaan, Politeknik Bandung.

Prof Dr Uman Suherman, Kepala LLDIKTI Wilayah IV mengatakan, "LLDIKTI menyambut baik dan berterima kasih kepada BPKN yang telah membantu melakukan pembinaan Perguruan Tinggi agar lebih berwawasan luas khususnya terkait aspek Perlindungan Konsumen."

“Kuliah umum ini merupakan salah satu rangkaian acara dari HARKONAS, yaitu melakukan edukasi serentak dengan mengangkat tema Saatnya Konsumen Indonesia Berdaya yang bertujuan menumbuhkembangkan serta meningkatkan kesadaran mahasiswa/i tentang hak dan kewajiban konsumen,” ujar Rolas B Sitinjak, selaku Wakil Ketua BPKN.

Edukasi kepada konsumen adalah salah satu cara untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa konsumen perlu mengenal dan memahami hak dan kewajibannya sebagai konsumen.

Untuk itu, diselenggarakan edukasi dalam bentuk kuliah umum, harapannya tentu saja Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) meningkat.

Sebagai informasi, Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) Indonesia tahun 2018 sebesar 40,41 dari nilai maksimal 100. Nilai IKK 40,41 ini menunjukkan bahwa konsumen di Indonesia memiliki kemampuan untuk membela haknya sebagai konsumen.

Dari tujuh dimensi yang diukur, salah satu dimensinya yaitu pengetahuan konsumen di Indonesia terhadap UU seperti pemahaman hak dan kewajibannya sebagai konsumen, serta kelembagaan dan peran masing-masing lembaga Perlindungan Konsumen (PK) masih rendah.