2.000 Apoteker Tumplek di Bandung Menggelar Rapat Kerja

2.000 Apoteker Tumplek di Bandung Menggelar Rapat Kerja
INILAH, Bandung- Sekitar 2.000 apoteker yang tergabung dalam Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) tumplek di Bandung pada 12-13 Maret 2019 ini. Mereka menggelar rapat kerja nasional dan pertemuan ilmiah nasional 2019.
 
Acara yang digelar di hotel Hotel eLroyal Bandung ini mengambil tema  Enhancing Public Access to Pharmatcists In Digital Era.
 
Ketua Umum IAI, Nurul Falah Eddy Pariang mengatakan salah satu pembahasan agenda rapat kerja ini adalah membahas kesejahteraan apoteker di Indonesia. Selain itu, dibahas program sistem informasi apoteker.
 
"Program ini akan memudahkan apoteker dalam administrasi dan peningkatan kompetensi apoterker," jelas Nurul, Rabu (13/3).
 
Menurut dia, tema yang diangkat kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan melihat perkembangan dunia digital yang mulai merambah ke kesehatan.
 
"Perkembangan dunia digital sebenarnya membuka peluang bagi praktek profesi kefarmasian baik apoteker rumah sakit, industri, kosmetik, obat tradisional, distribusi, apotek, puskesmas maupun apoteker yang terjun dibidang pendidikan atau berdinas di birokrasi," ucapnya.
 
Menurut Eddy, era digital telah membawa perubahan dalam proses pemberian obat kepada pasien, dimana mereka bisa mendapatkan obat tanpa harus ke apotek obat atau toko obat.
 
"Semua bisa dilakukan melalui sebuah aplikasi, baik untuk penyampaian obat, pelaksanaan konseling dan bahkan pemantauan kebutuhan minum obat dapat dilakukan tanpa harus melakukan kunjungan atau bertemu secara langsung kepada pasien," tuturnya.
 
Ditempat yang sama, Deputi Farmasi dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Engko Sosialine Magdalen menyebut apoteker menjadi salah satu kontributor dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.
 
"Untuk itu Menteri (Kesehatan) mengharapkan apoteker berperan aktif sesuai dengan profesinya di dalam mengisi pembangunan kesehatan," ungkapnya.
 
Khususnya, pihaknya meminta para apoteker bisa beperan dalam upaya peningkatan kesehatan dalam upaya preventif dan promotif.
 
‎"Khususnya kita bicara prefentif promotif atau gerakan masyarakat hidup sehat  kami harapkan ada peran apoteker di dalamnya," jelasnya.