Bapenda Lakukan Penyesuaian NJOP

Bapenda Lakukan Penyesuaian NJOP
INILAH, Bogor – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor memberlakukan penyesuaian Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) atas Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2019. Pemkot Bogor mematok target pendapatan dari PBB-P2 sebesar Rp130 miliar di tahun 2019, target tersebut naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp117 miliar dengan realisasi mencapai Rp112 miliar.
 
Kepala Bidang Penetapan dan Pengelolaan Data Bapenda Kota Bogor Heryaningsih Eka mengatakan, regulasi terbaru terkait penyesuaian NJOP tertuang dalam Perda 5/2018 tentang Perubahan Atas Perda 2/2012 tentang PBB-P2.
 
"Di Perda 2/2012 terdapat dua ketetapan yakni NJOP di bawah Rp1 miliar dikenakan tarif 0,1 persen dan di atas Rp1 miliar dikenakan tarif 0,2 persen dengan NJOPTKP ditetapkan sebesar Rp15 juta. Sekarang, terbaru dalam Perda 5/2018 ada delapan ketetapan tarif," jelas Heryaningsih didampingi Kasubid Analisa dan Pengembangan Harry Cahyadi kepada wartawan, Rabu (13/3/2019).
 
Hera melanjutkan, untuk NJOP sampai dengan Rp100 juta ditetapkan sebesar 0 persen. NJOP di atas Rp100 juta sampai Rp250 juta sebesar 0,10 persen per tahun, NJOP di atas Rp250 juta sampai Rp500 juta sebesar 0,125 persen dan NJOP di atas Rp500 juta sampai Rp1 miliar sebesar 0,15 persen.
 
"Sedangkan NJOP di atas Rp1 miliar sampai Rp2 miliar ditetapkan sebesar 0,175 persen per tahun, NJOP di atas Rp2 miliar sampai Rp5 miliar sebesar 0,20 persen, NJOP di atas Rp5 miliar sampai Rp10 miliar sebesar 0,225 persen serta NJOP di atas Rp10 miliar sebesar 0,25 persen pertahun. Sementara untuk NJOPTKP di Perda terbaru menjadi sebesar 50 juta," tambahnya.
 
Hera menjelaskan, penyelesaian NJOP dilakukan untuk menyesuaikan harga pasar dengan PBB-P2 yang selama ini ditetapkan Bapenda dan sesuai UU 28 tahun 2018, ada kewajiban penyesuaian NJOP paling lama empat tahun. 
 
"Penyesuaian NJOP boleh paling lama empat tahun. Disamping ini salah satu upaya dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari PBB-P2," jelasnya.
 
Hera menerangkan, Pemkot Bogor mematok target pendapatan dari PBB-P2 sebesar Rp130 miliar di tahun 2019. Target tersebut naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp117 miliar dengan realisasi mencapai Rp112 miliar. 
 
"PBB-P2 termasuk penerimaan terbesar kedua PAD Kota Bogor setelah BPHTB yang ditarget sebesar Rp164 miliar pada tahun ini," pungkasnya.