450 Prajurit Yonif Raider 303/SSM Penuhi Kebutuhan Guru Perbatasan

450 Prajurit Yonif Raider 303/SSM Penuhi Kebutuhan Guru Perbatasan
INILAH, Garut - Sebanyak 450 personil angkatan darat (AD) Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 303/Setia Sampai Mati (SSM) Garut mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk memenuhi kebutuhan guru di daerah perbatasan RI seiring penempatan tugas penjagaan.
 
Bimtek digelar Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen GTK Kemendikbud) RI di Markas Yonif Raider 303/SSM Cibuluh Cikajang Garut mulai 11-14 Maret 2019.
 
Menurut Sekretaris Dirjen GTK Kemendikbud MQ Wisnu Aji, bimtek digelar selama empat hari merupakan pelaksanaan perjanjian kerja sama antara Dirjen GTK dan Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster Kasad) terkait Penguatan Kompentensi dalam Proses Pembelajran di Kelas kepada Personel TNI AD pada Satuan Pendidikan di Daerah Terluar, Tertinggal, dan Terdepan (3T) pada 27 Februari 2019 lalu.
 
"Untuk memenuhi kebutuhan guru di daerah perbatasan," ujar Wisnu.
 
Menurutnya, perjanjian kerja sama Dirjen GTK dengan Aster Kasad bukan hendak menjadikan TNI beralih fungsi sebagai guru, melainkan sebagai pemberian bekal bagi prajurit TNI AD yang bertugas di daerah perbatasan yang sewaktu-waktu bisa membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan pendidikan, selain melaksanakan tugas utama menjaga kedaulatan NKRI.
 
“Khususnya pelayanan pendidikan bagi masyarakat yang sekolahnya mengalami kekurangan tenaga guru. Mereka dibekali lima kemampuan, yakni penguatan pendidikan karakter, bela negara, baca tulis, hitung, kecakapan hidup dan kepanduan,” jelasnya. 
 
Pemateri terdiri atas widyaswara dan dosen-dosen berpengalaman serta terlatih di bidangnya, dengan pola bimtek 40 jam.
 
Wisnu menuturkan, selain di Yonif 303 Raider/SSM Garut, Bimtek digelar Dirjen GTK tersebut juga dilaksanakan bersamaan di Yonif 600 Raider Balikpapan. Masing-masing jumlah pesertanya sebanyak 450 orang. Sehingga secara keseluruhan jumlah peserta Bimtek mencapai sebanyak 900 personil TNI AD.
 
"Setelah mengikuti Bimtek, para peserta akan ditempatkan di Nunuka, dan Malinau, sesuai dengan penempatan tugas penjagaan perbatasan dari Batalyon 600 Raider Balikpapan, dan Batalyon 303 Raider Garut,” kata Wisnu.
 
Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Aster Kasad Brigjen TNI Gathut Setyo Utomo, Kepala LPMP Provinsi Jawa Barat, Ketua Komisi D DPRD Garut, Kepala Dinas Pendidikan Garut, Aster Kasdivif 1 Kostrad, Komandan Brigif Raider 13 Kostrad, Komandan Kodim 0611 Garut, serta sejumlah pejabat eselon 3, dan 4 Kemendikbud RI.