Nelayan Butuh Sentuhan Digital dan Teknologi

Nelayan Butuh Sentuhan Digital dan Teknologi
Dede Sunendar
INILAH, Bandung- Di era milenial ini ramai-ramai bidang mengaplikasikan teknologi mutakhir guna meningkatkan efektifitas dan produktifitas. Hal ini yang terus didorong oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat dalam mengembangkan potensi nelayan.
 
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jabar Dede Sunendar menyampaikan, Nelayan Juara menjadi salah satu tagline yang diusung di masa kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil. Dengan demikian, inovasi dan kolaborasi pun akan diterapkan untuk mencapai Nelayan Juara.
 
"Untuk nelayan kita itu ingin meningkatkan produktifitas mereka itu dalam menerpakan teknologi. Jadi prisipnya nelayan tidak mencari ikan, tapi menangkap ikan," ujar Dede, di Kota Bandung, Rabu (13/3)
 
Nantinya, kata dia, nelayan di Jabar ini dapat memanfaatkan teknologi melalui GPS Fish Finder untuk melacak posisi ikan ketika melaut. Hal ini diyakni akan lebih hemat waktu dan bahan bakar. 
 
Kendati demikian, dia tak menampik, masih ada nelayan yang memiliki pola pikir tradisional. Karena itu dia berharap nelayan generasi milenial untuk menjadi agen perubahan dengan memanfaakan teknologi dalam mencari hasil lautnya.
 
"Kalau menggunakan alat pintar otomatis nelayannya juga harus pintar," ucapnya.
 
Pihaknya sudah menerapkan alat bantu menangkap ikan sejak lima tahun lalu. Saat ini beberapa nelayan di Kabupaten Pantura, Indramayu, Subang, Garut, Sukabumi dan Pangandaran sudah menerapkan teknologi ini.
 
"Tapi kita memang sedang terus melalukan percobaan secara bertahap agar nanti betul-betul bisa dimanfaatkan secara maksimal," katanya.
 
Sejauh ini, pihaknya mengandalkan produk luar untuk peralatan teknologi tersebut. Namun, Dede menyatakan saat ini sudah ada teknologi besutan dari seorang guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) yang akan segera diujicobakan.
 
"Nanti selain  daerah fishing ground melalui teknologi ini akan diketahui jenis-jenis ikan saat tertangkap," katanya.
 
Dede berharap Nelayan Juara adalah nelayan yang mandiri dengan dicirikan kompetensi dalam bidangnya. Tak hanya nelayan yang dalam arti harfiah orang yang mata pencahariannya menangkap ikan. 
 
"Di sini itu menggambarkan pelaku usaha kelautan dan lerikanan termasuk pembudidaya, pengolah dan pemasarannya," kata dia.
 
Secara bertahap, pihaknya akan mensertifikasi setiap nelayan walaupun hal tersebut bukan perkara mudah untuk diwujudkan. Pihaknya menargetkan, agar masyarakat memilih profesi menjadi nelayan bukan karena keterpaksaan hidup.
 
"Jadi harus menjadi target hidup. Menurut hemat kami dengan potensi kita yang besar dan kita juga ada 17  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada kelautan perikanannya, potensi ini kan luar biasa. Menurut hemat kami harus siap mengelola laut kita sendiri. Oleh karena itu uji kometensi itu penting," paparnya.
 
Adapun jumlah nelayan di Jabar sebanyak 123.041 orang. Itu terdiri dari nelayan penuh 81.720 orang, nelayan sambilan utama 38.577 orang dan nelayan sambilan tambahan 7.744. Di mana jumlah tersebut tersebar di Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu, Kota Cirebon, Cirebon, Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Pangandaran, Ciamis, Kuningan, Majalengka, Kota Banjar, Kota Tasik, Kota Sukabumi, Sumedang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Purwakarta, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Bogor.
 
Diketahui, selain Nelayan Juara ada dua tagline lainnya yang akan didorong oleh pihaknya, yakni Gudang Ikan Juara dan Laut Juara.