Startup Kuliner Akui FSI Dongkrak Pendapatan Tiga Kali Lipat

Startup Kuliner Akui FSI Dongkrak Pendapatan Tiga Kali Lipat
INILAH, Bandung - Kelembagaan Food Startup Indonesia (FSI) diakui mampu memberikan dampak signifikan. Gelaran Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) itu bisa melipatgandakan pendapatan sejumlah perusahaan rintisan.
 
Salah satunya diakui Founder Ladang Lima Raka Bagus. Dia mengatakan usahanya mendapat keuntungan hingga tiga kali lipat sejak bergabung bersama FSI. 
 
"Sekarang, tahun 2018 kemarin pendapatan kita telah menyentuh Rp8 miliar lebih. Semula, hanya Rp3 miliar pada 2017," kata Raka saat roadshow FSI di Hotel Aryaduta Bandung, Kamis (14/3/2019).
 
Dia menyebutkan, perusahaan rintisannya berdiri pada 2014. Setelah berjalan selama lebih dari empat tahun produknya sempat diekspor ke pasar mancanegara. Seperti Amerika, Inggris, Singapura, dan negara lainnya. 
 
"Perlu dicatat juga, bahwa buyer kita dapat juga di dalam acara seperti ini," tambahnya.
 
Sebagai pelaku startup, Raka menyebutkan persoalan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) itu tak lepas dari rantai distribusi dan pemasaran. Namun, permodalan pun menjadi salah satu persoalan lainnya yang kerap ditemui para pelaku usaha.
 
"Memang hal terpenting adalah soal distribusi dan pemasaran. Karena, untuk permodalan banyak cara yang bisa kita tempuh seperti melalui investor dan lain sebagainya. Justru, yang sulit adalah pemasaran produk dan ini bisa diselesaikan salah satunya dengan kegiatan seperti ini," ucapnya.
 
Sementara itu, Direktur Akses Non-Perbankan Deputi Akses Permodalan Bekraf Syaifullah menyebutkan pada 2019 ini pihaknya akan menggelar Kreatifood Expo 2019 pada 5-7 Juli mendatang.
 
"Nantinya, mereka mengikuti Demoday yang akan dilaksanakan pada 8-10 Juli di Surabaya. Sebelumnya, 50 peserta itu mengikuti Kreatifood Expo 2019 pada 5-7 Juli," sebutnya.
 
Dia menuturkan, dalam rangkaian acara rutin itu pihaknya menggelar roadshow Food Startup Indonesia (FSI) di sejumlah daerah. Roadshow itu diharapkan meningkatkan awareness masyarakat khususnya pelaku kreatif di subsektor kuliner mengenai FSI dan turut berpartisipasi.
 
Syaifullah menjelaskan, pelaku startup kuliner yang dapat mendaftarkan diri, di FSI itu merupakan pelaku yang memproduksi makanan kemasan, minuman kemasan, teknologi pangan, ingredients, food service, dan tidak memiliki aplikasi digital dalam memasarkan produknya.
 
“Demoday memberi kesempatan kepada peserta untuk terhubung dengan ekosistem pangan, seperti mentor, korporasi, perbankan, investor, dan instansi pemerintah untuk menganalisa produk, bisnis, serta pengembangan kapasitas diri maupun produksi," jelasnya.